MATAMAROS.COM — Keluhan soal kualitas air PDAM muncul dari berbagai wilayah di Maros. Misalnya dari warga perumahan Maccopa Indah. Mereka mengeluhkan air yang keruh.
Salah satu warga, Andi Yuliana mengatakan, sudah beberapa waktu belakangan air yang mengalir ke rumahnya keruh. Air tersebut dinilainya tidak kayak konsumsi.
Air itu, ucap Yuli, juga tampak seperti kopi susu berwarna cokelat. Aparatur sipil negara (ASN) itu engaku sampai harus membeli air galon untuk sedikit memenuhi kebutuhannya.
“Tapi pagi saya menggunakan 10 air galon untuk memasak dan mandi,” ujarnya, Jumat, 3 Maret 2023.
Yuli mengaku bingung mengapa bisa seperti itu.
“Maunya kami, kalau ada gangguan seperti ini pihak PDAM sampaikan ke warga sebelumnya. Jangan tiba -tiba keruh seperti itu. Di wadah kami ada air bersih langsung bercampur jadi keruh. Padahal kita sebagai konsumen pembayarannya lancar terus,” jelasnya.
Keluhan lain juga datang dari Achmad, warga Dusun Bugis, Desa Tenringangkae, Kecamatan Manda. Ia mengaku sudah seminggu air di rumahnya tidak mengalir, terutama menjelang siang.
“Air hanya mengalir sampai jam 07.30 Wita. Kadang pukul 15.00 Wita baru mengalir lagi,” katanya.
Untuk keperluan sehari-hari Achmad terpaksa menampung air pada dini hari atau tengah malam.
Menjawab hal tersebut Kepala Bagian Teknik, Rajab mengklaim air PDAM telah kembali normal.
“Kemarin itu gara-gara air baku terlalu tinggi keruhannya,” singkatnya.
Tetapi seperti yang dikeluhkan Yuli, sampai hari ini dia masih membeli air galon karena air PDAM tak bisa dipakai. (ast)







