MATAMAROS.COM — Angka anak putus sekolah di Kabupaten Maros memperlihatkan tren positif.
Sekretaris Dinas Pendidikan Maros, Zainuddin mengatakan, jumlah anak putus sekolah sebanyak 26 siswa.
Jumlah ini terdiri dari 13 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 13 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Qngka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, jumlah siswa putus sekolah mencapai 29 siswa untuk jenjang SD dan 19 siswa untuk jenjang SMP.
“Jadi tahun ini ada penurunan yang cukup signifikan,” imbuhnya, Jumat, 2 Mei 2025.
Penyebab utama anak putus sekolah di Maros masih didominasi faktor ekonomi.
“Paling banyak siswa SD yang putus sekolah berasal dari Kecamatan Turikale, sementara untuk jenjang SMP terbanyak ada di Kecamatan Tompobulu,” sebutnya.
Zainuddin menambahkan, ada berbagai program yang pihaknya lakukan untuk menurungkan angka anak putus sekolah
Salah satunya adalah pemberian bantuan perlengkapan sekolah, seperti seragam, tas, dan alat tulis, guna meringankan beban ekonomi orang tua.
Sementara untuk permasalahan akses, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pemerintah kecamatan untuk memperbaiki infrastruktur menuju sekolah.
“Kita dorong kolaborasi lintas sektor agar persoalan akses ini bisa ditangani lebih cepat,” katanya.
Dalam kasus anak yang putus sekolah karena persoalan keluarga, seperti perceraian orang tua, pihaknya menggandeng unit Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) untuk memberikan layanan konseling.
“Tujuannya agar beban psikologis anak bisa diatasi dan mereka bisa kembali bersekolah,” tutupnya. (ast)







