MATAMAROS.COM — Berapa jumlah warga miskin di Kabupaten Maros? Data mencatat ada 34.000 orang masuk dalam kategori miskin pada tahun 2024.
Namun, Pemkab Maros menyebut itu sudah lebih baik. Ada penurunan dari 34.960 warga miskin pada 2023. Artinya, ada 960 orang yang keluar dari status itu.
Fungsional Perencana Ahli Pertama Bappeda Maros, James David Mangawe, mengklaim, beberapa program yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat cukup berhasil. Intervensi dilakukan secara lintas sektor, dengan menyasar bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan infrastruktur.
“Beberapa program yang kami dorong antara lain bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa SD dan SMP, pemenuhan cakupan jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), serta penyelenggaraan job fair untuk membuka peluang kerja,” jelasnya, Senin, 5 Mei 2025.
Program nasional seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) juga memberikan kontribusi terhadap pengurangan beban hidup masyarakat.
James menjelaskan, masyarakat yang tergolong miskin memiliki beberapa karakteristik tertentu. Di antaranya, kepala rumah tangga bekerja sebagai petani dengan lahan kurang dari 500 meter persegi, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, atau buruh perkebunan. Pendapatan mereka rata-rata di bawah Rp600.000 per bulan.
Selain itu, warga miskin juga tidak memiliki simpanan atau barang berharga yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp500.000, serta tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.
Di sisi lain, Jimmy menyebut kualitas pembangunan manusia di Maros menunjukkan tren positif. Hal ini ditunjukkan melalui capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sudah berada di angka 74,04 poin.
“IPM kita sekarang sudah mencapai 74,04. Ini mencerminkan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat mengalami perbaikan,” ujarnya.
Menurut data Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Kabupaten Maros pada 2024 diperkirakan mencapai 404.98 ribu jiwa. (ast)







