NEWS  

Fasilitas SPIDI-SADIQ Dirusak, Pihak Sekolah Minta Perlindungan bagi Siswa

MATAMAROS.COM — Sejumlah fasilitas di lingkungan SPIDI Female Boarding School dan Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ), Kabupaten Maros, mengalami kerusakan setelah diserang sekelompok orang, Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul sekitar pukul 02.30 Wita.

Kerusakan tersebut terjadi di tengah persoalan yang telah berlangsung selama kurang lebih enam hari di sekitar lingkungan sekolah. Dalam beberapa video yang beredar, tampak sejumlah pengelola Pondok Pesantren Darul Istiqamah ikut melakukan penyerobotan. Aksi mereka sempat coba dihalangi oleh orang tua siswa dan guru.

Humas SPIDI dan SADIQ, Minarni Puspita, mengatakan, ada rangkaian persoalan setelah sejumlah orang datang dan melakukan aktivitas di sekitar lingkungan sekolah.

Sebelumnya, sejumlah orang menduduki akses di sekitar gerbang sekolah dan bahkan mendirikan tenda di lokasi tersebut Kondisi itu turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan.

“Pihak sekolah sempat mengalihkan proses pembelajaran secara daring demi menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik,” ujarnya

Selama persoalan berlangsung, pihak sekolah telah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian, mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga Polda.

Pihak sekolah berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani sehingga lingkungan sekolah kembali kondusif. Menurutnya, kondisi lingkungan pendidikan perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan peserta didik dan tenaga pendidik.

“Meski menghadapi situasi dan tekanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, SPIDI dan SADIQ tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara offline,” imbuhnya.

Ia mengatakan pihak sekolah tetap berupaya memastikan proses pembelajaran berjalan meskipun terdapat persoalan di lingkungan sekolah.

Minar juga berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku.

Menurutnya, anak-anak tidak seharusnya menjadi pihak yang terdampak dari persoalan yang terjadi antara orang dewasa.

“Sekolah berkomitmen untuk tidak membiarkan kondisi ini menghilangkan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan serta terus memastikan proses pembelajaran berlangsung dengan aman dan kondusif,” katanya.

Pihak sekolah juga berharap adanya langkah yang dapat memastikan keamanan lingkungan pendidikan serta mencegah terjadinya kembali kerusakan fasilitas maupun gangguan terhadap aktivitas sekolah. (ast)