NEWS  

Go International, SPIDI Akan Launching Program Belajar dan Tinggal di Makkah

Wisuda santri Spidi di Menara Pinisi, Makassar, beberapa waktu lalu. (FOTO: DOK/MATAMAROS)

MATAMAROS.COM — Tak hanya berpusat di Maccopa, Maros, SPIDI Female Boarding School kini menegaskan jangkauan pendidikannya hingga ke tanah suci melalui keberadaan kampus di Makkah, Arab Saudi.

Memperkuat komitmen pendidikan berwawasan global tersebut, SPIDI bersiap menggelar SPIDI Islamic Edufest & Grand Launching SPIDI Makkah Leadership Program (SMLP) pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf (Gedung Manunggal), Makassar, mulai pukul 07.30 Wita.

​Perhelatan akbar ini menghadirkan dua tokoh besar asal Sulawesi Selatan bereputasi nasional dan internasional: Imam Jam’iyyah Muslim New York, Ustaz H. Muhammad Syamsi (Shamsi) Ali, Lc., M.A., Ph.D., serta Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom. Konten kreator Rijal Djamal juga dijadwalkan hadir sebagai pembawa acara. Kehadiran mereka diproyeksikan memberikan motivasi langsung kepada 1.000 santriwati dan peserta yang hadir.

Founder dan Ketua Dewan Pembina SPIDI, Muzayyin Arif, menegaskan bahwa kepemilikan kampus di Arab Saudi menjadi pijakan utama dalam membentuk santri berkaliber internasional.

“Selain belajar di kampus utama Maccopa, Maros, santriwati SPIDI juga memiliki kampus di Makkah, Arab Saudi. Di sana, para santriwati berkesempatan belajar secara langsung selama 2,5 bulan,” ungkap Muzayyin.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menambahkan, keberadaan sekolah di Makkah yang dipadukan dengan kehadiran para narasumber tingkat dunia sangat selaras dengan visi lembaga.

Menurutnya, figur seperti Imam Shamsi Ali dan Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla adalah bukti nyata bahwa putra-putri daerah bisa berkiprah di tingkat nasional hingga internasional tanpa kehilangan identitas keislamannya.

​Imam Shamsi Ali, tokoh Muslim asal Bulukumba yang menjabat sebagai Presiden Nusantara Foundation sekaligus pendiri pesantren pertama milik Indonesia di Amerika Serikat (Nur Inka Nusantara Madani, Connecticut), akan membagikan wawasan mengenai kepemimpinan Islam global dan adaptasi di dunia internasional.

Sementara itu, Dzulfikar Ahmad Tawalla, pemuda asal Gowa yang kini menjabat Wamen P2MI sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2023–2027, hadir membawakan perspektif kepemimpinan generasi muda, penguatan SDM berdaya saing global, serta kontribusi untuk bangsa.

Rangkaian acara yang berlangsung selama sembilan jam ini juga dimeriahkan dengan pameran karya santri di 20 booth ekshibisi, pertunjukan drama musikal, parade ekstrakurikuler, sambutan pejabat negara, hingga pengenalan perguruan tinggi. (*/rls)