Ipda Arwan, Provost yang Jadi Imam dan Penceramah di Masjid Pasar Tramo

MAROS, MM – Imam salat Asar di Masjid Al Jamaah, Pasar Tramo, Turikale, Maros, Selasa, 3 Maret 2020 tidak berbaju koko. Tidak pula berbaju gamis, apalagi memakai serban.

Begitu salat selesai, jemaah langsung bisa melihat sosok sang imam yang tiba-tiba berdiri. Seorang lelaki bertubuh jangkung, kumis tipis, dalam balutan seragam polisi. Ada pistol di pinggang kanan.

Read More

Mikrofon menyala. Sepotong ayat meluncur. Soal innalillahi wainna ilaihi rajiun. Segalanya datang dari Allah dan akan kembali padanya.

Sudah jadi imam, penceramah pula. Ipda Arwan Ola Ponrio nama sang polisi, menjadi pusat perhatian para jemaah. Termasuk kru MataMaros.com.

Ternyata, Kanit Provost Polsek Turikale itu memang sering menjadi imam di Masjid Al Jamaah, masjid yang jemaahnya didominasi pedagang dan pengunjung pasar. “Sesekali juga di Masjid Kuala Mas,” katanya.

Setiap diamanahkan menjadi imam, Arwan mengaku selalu mengusahakan untuk berceramah. Singkat-singkat saja. Dua atau tiga menit. “Jadi bukan kuliah tujuh menit,” imbuh pria kelahiran Barru, 14 Juli 1970 itu.

Dia merasa, satu atau bahkan sepotong ayat dan hadis, harus disampaikan sesering mungkin. Sesinya pendek, tetapi efeknya diharapkan jangka panjang. Menjadi pengingat dalam kehidupan jemaah selanjutnya. “Juga pengingat untuk saya,” sambung Arwan.

Dia mencontohkan isi ceramahnya bakda Asar tadi. Soal keikhlasan menerima kehilangan. Itu, jelasnya, adalah bekal terbaik menjalani hidup. Agar apapun situasinya, tidak ada yang merasa tertekan. Tidak ada yang merasa miliknya direnggut. Sebab memang sejak lahir, hadir ke dunia tak membawa apa. Semua yang ada kemudian hanyalah titipan. (idz)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.