Organisasi di Maros Tak Perlu Pusing Pendanaan, Begini Solusinya

MAROS, MM – Organisasi tanpa dana operasional? Bisa. Tetapi mungkin tak akan begitu sanggup berkegiatan. Ada sekretariat namun tanpa keramaian.

Meski begitu, bagi founder sekaligus CEO Trisari Group, Rudi Hartono, cara menghimpun dana organisasi, apalagi organisasi kepemudaan, sudah waktunya lebih kreatif. Bukan lagi mengandalkan proposal semata.

Read More

“Bukan juga dengan mengumpul sumbangan di perempatan jalan,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2020.

Trisari pun menawarkan kepada organisasi-organisasi kepemudaan di Kabupaten Maros, untuk mengisi kasnya dengan menjadi agen lakupandai. Bank tanpa kantor.

Fee pengelola “bank” dari setiap transaksi itulah yang kemudian menjadi sumber dana bagi organisasi.

Sebagai percontohan, Trisari sudah menggandeng HMI Maros. Sebuah lembaga keuangan dibentuk. Bank Insan Cita (BIC) namanya.

BIC baru berjalan beberapa waktu, namun sudah bisa berkontribusi pada kas. Rudi mencontohkan, selama tiga hari pada akhir Februari lalu, fee yang didapat pengelola sudah mencapai Rp120 ribu.

“Uang segitu cukuplah untuk konsumsi rapat himpunan,” tambah pria kelahiran Mallawa itu. “Dan itu baru hasil beberapa hari. Belum rekap sebulan, belum setahun,” imbuh Rudi.

Teknisnya sederhana. Setiap anggota maupun pengurus organisasi rutin menabung. Tidak perlu banyak, Rp2.000 sehari pun sudah bisa. Nominal sesedikit itu pun, pengelola lakupandai sudah bisa dapat komisi Rp1.000.

Rudi mencontohkan, organisasi dengan anggota 35 orang sekalipun sudah bisa dapat dana segar berupa fee Rp1.000.000 per bulan, hanya dengan merutinkan setiap anggota menabung Rp2.000 per hari. Apalagi kalau lebih.

Bendahara Umum HMI Cabang Maros, Abdul Alim yang juga pengelola Bank Insan Cita berterima kasih kepada Trisari Group karena telah memperkenalkan cara efektif dan elegan untuk dana organisasi.

“Ini akan sangat membantu HMI Cabang Maros dalam proses kaderisasi dan merealisasikan program kerja,” imbuhnya.

Bukan hanya HMI. Trisari mengajak semua organisasi kepemudaan di Maros, termasuk para komunitas sosial maupun warga biasa, untuk memaksimalkan program lakupandai. Khusus lakupandai yang menjadikan Trisari sebagai master agent, Bank Tabungan Negara (BTN) yang menjadi mitranya. Trisari juga yang sekaligus mementori lembaga keuangan yang dibentuk. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.