Efek Rammang-Rammang, Erix “Endang Soekamti” Ubah Konsep Video Klip

MAROS, MM – Keindahan alam Rammang-Rammang, Maros, “memaksa” Erix, musisi dan vokalis band Endank Soekamti mengubah konsep video klip. Dia pun memboyong kru dan personel mengunjungi destinasi andalan Butta Salewangang tersebut.

Kali ini, Erix tidak datang atas nama Endang Soekamti. Tetapi sebagai produser Fourtwnty, band yang terkenal dengan sountrack film Filosofi Kopi. Kunjungannya tiga hari.

Read More

“Tiba-tiba Ari dan kawan-kawan Fourtwnty ingin rekaman outdoor lagu baru di sini,” ujar Erix, Rabu, 3 Maret 2020.

Erix yang didampingi istri barunya menjelaskan, syuting mengambil beberapa titik atau spot unik yang ada di kawasan desa wisata Rammang-Rammang.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, Akbar Nugraha memberikan fasilitas. Seperti menyiapkan akomodasi dan kebutuhan transportasi rombongan Fortwnty selama berada di Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

“Kami mencoba memberikan dukungan semaksimal mungkin. Momentum ini harus kita tangkap guna meredam isu wabah virus corona yang mempengaruhi pengembangan kepariwisataan kita khususnya di Sulsel,” ucapnya.

Dia berharap keterbatasan anggaran promosi daerah bisa lebih efektif dan efisien melalui strategi endorser artis-artis papan atas nasional. Paling tidak, kata dia keterlibatan publik figur bisa membantu pemerintah memperkenalkan kembali keunikan dan keindahan alam Sulawesi Selatan.

Apalagi, lanjutnya objek wisata Rammang-Rammang yang masuk dalam kawasan Geopark Maros-Pangkep ini telah menjadi nominasi warisan dunia. Ditetapkan oleh UNESCO.

“Ramang-ramang sekarang jadi primadona pariwisata Sulsel. Kebetulan kawasan ini jadi perhatian dunia karena kedua terbesar setelah China. Endorsement artis terkenal sangat penting,” ucapnya.

Menurutnya, wilayah Kota Makassar sebagai pintu masuk ke destinasi Rammang-Rammang di Kabupaten Maros seharusnya menjadi perhatian Dinas Pariwisata setempat.

Menurutnya tanggung jawab badan promosi daerah sebenarnya hanya mendukung kabupaten/kota dalam membangun brand image destinasi Sulsel. “Sebaiknya pemerintah kabupaten/kota mengambil peranan lebih besar,” imbuh Akbar. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.