Kaget, Dewan Minta Pemkab Maros Tidak Diamkan Anjloknya Ekonomi

MAROS, MM – Anjloknya pertumbuhan ekonomi Maros mulai disorot dewan. Pemerintah kabupaten (pemkab) diminta jangan mendiamkannya.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Maros, Abidin Said, mengaku, heran melihat data pertumbuhan ekonomi Maros yang hanya 1,24 persen di 2019. Begitu pula empat tahun terakhir yang menurun terus.

Read More

“Saya merasa kaget juga melihat. Antara percaya atau tidak, karena itu tidak pernah diungkap pemerintah daerah,” kata Abidin kepada MataMaros.com, Jumat, 6 Maret 2020.

Menurutnya, justru terkesan pertumbuhan ekonomi Maros ini baik-baik saja. “Kita kan melihat motor dan mobil semakin meningkat. Jemaah haji juga meningkat. Tetapi, tiba-tiba BPS merilis seperti itu,” ungkap Abidin.

Dia pun sangat menyayangkan kondisi tersebut. Padahal, APBD Maros tergolong tinggi jika dibandingan dengan daerah lain. Tahun lalu mencapai Rp1,4 triliun. Belum lagi, ini merupakan periode terakhir Bupati Maros, Hatta Rahman.

“Ini hal yang tidak diharapkan. Sebetulnya kalau mau bagus namanya, harus lebih bagus dari yang sebelumnya,” kata Abidin.

Ketua Komisi I ini pun akan melobi anggota dewan yang lain untuk segera melaksanakan rapat koordinasi terkait anjloknya pertumbuhan ekonomi. “Saya akan mengklarifikasi kepada pemda maupun BPS,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Setkab Maros, Najib, mengakui, jika penurunan ini merupakan imbas dari aktivitas di bandara. Tiket mahal sehingga penumpang berkurang.

“Berentetan. Pemasaran UMKM juga kena dampak karena pendatang kurang. Ke depan, kita akan lebih mendorong lagi sektor UMKM dan pertanian,” kata mantan Kabag Hukum Setda Maros ini.

Dua hari terakhir, MataMaros.com terus berusaha meminta komentar Bupati Maros, Hatta Rahman, mengenai data pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS. Namun, tak ada respons. Kru kami menyambangi ruangan kerjanya Kamis dan Jumat. Telepon dan pesan instan juga ditempuh tetapi tak ada jawaban.

Begitu juga dengan Sekda Maros, A Davied Syamsuddin. Janjian wawancara yang disepakati tidak terlaksana.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros sepanjang 2019 turun drastis. Angkanya sangat rendah, hanya 1,24 persen. Jauh bila dibandingkan dengan capaian 2018 yang tumbuh 6,19 persen.

Berdasarkan data yang didapat MataMaros.com dari Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu, 4 Maret 2020, pertumbuhan ekonomi Maros juga jauh di bawah provinsi yang berada di angka 6,92 persen. Juga di bawah angka nasional 5,02 persen. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.