Rumah Dongeng Selamatkan Cerita Rakyat, Ada Kisah “Hulk” dari Maros

MAROS, MM – Rumah Dongeng punya mimpi untuk mengangkat cerita rakyat dari Maros ke mana-mana. Bisa jadi terkenal, seperti Malin Kundang.

Pendiri Rumah Dongeng Chapter Maros, Lory Hendradjaya, mengatakan, kekayaan sebuah daerah tak hanya bicara soal marmer, cokelat, dan komoditas lainnya. Cerita rakyat juga termasuk.

Read More

“Ini masuk cagar budaya tak benda. Ini kekayaan suatu daerah. Bisa jadi komoditas film, buku, hingga alat peraga pendidikan,” kata Lory saat berbincang-bincang dengan MataMaros.com, Senin malam, 9 Maret 2020.

Apalagi, Maros tak kekurangan cerita rakyat. Paling fenomenal, menurut Lory, Toakala ri Abbo dan Bissu Daeng ri Pattiro, panglima kera Bantimurung yang jatuh cinta dengan putri raja yang jelita.

Selain itu, ada juga tentang Anggesayu. “The Incredible Hulk-nya Maros. Kuat makan. Tetapi kuat bekerja juga,” imbuh salah satu tim ahli cagar budaya Maros ini.

Rumah Dongeng Chapter Maros pun terus mengampanyekan bahwa dongeng adalah sesuatu yang dibutuhkan. Belum lama ini, Lory dan rekannya, Fatimah Nugraha yang juga pendiri Rumah Dongeng melaksanakan workshop bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan Tompobulu.

“Ini akan kami laksanakan secara berkala, tiga bulan sekali. Kami ingin menyelamatkan cerita itu. Kami ingin sampaikan dongeng itu asyik,” ujar Direktur Radio Maros FM ini.

Bahkan, ia ingin kalau dongeng bisa diselipkan dalam pembelajaran. Menurutnya, pendidikan yang paling kuno itu diajar oleh kisah. Anak-anak lebih cepat paham dengan metode seperti itu.

“Lima menitlah bacakan sebelum mulai pembelajaran. Kalau pun sampai 10 menit, siswa akan senang. Tiap hari sangat asyik. Kami ingin lahir pendongeng-pendongeng baru,” kata Lory. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.