Ujian Nasional, 764 Siswa SMP di Maros Harus Menumpang

MAROS, MM – Sebanyak 764 siswa dari 32 SMP masih harus menumpang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Peranti di sekolahnya belum memadai.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Maros, Andi Ikbal Dwi, mengatakan, rata-rata siswa tersebut berasal dari sekolah satu atap (satap) dan swasta. Sekarang masih sementara didorong untuk melaksanakan UNBK secara mandiri.

Read More

“Insyaallah dua tiga tahun ke depan sudah 100 persen mandiri. Kita akan menunjang pembelajaran berbasis IT,” ungkap Ikbal yang ditemui MataMaros.com, Rabu, 11 Maret 2020.

Sementara itu, pelaksanaan UNBK 2020 di Kabupaten Maros sudah hampir rampung. Disdik secara berkala memastikan kesiapan sarana dan prasarana sekolah.

“85 persen ready. Kita sudah undang sekolah dan pihak terkait, seperti diskominfo, PLN, dan kepolisian. Kita koordinasikan soal jaringan, kelistrikan, dan keamanan,” ungkap eks camat Bontoa ini.

UNBK SMP digelar 20-23 April 2020. Ikbal juga mengimbau kepada orang tua lebih memperhatikan kondisi anaknya. “Biasanya masih ada yang terlambat. Jadi, kami minta orang tua lebih peduli terhadap anaknya,” imbaunya.

Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP Disdik Maros, Abdul Muis, menambahkan, sistem ujian tahun ini mengalami perubahan. Setelah UNBK, tak ada lagi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

“Ujian sekolahnya dikembalikan ke sekolah masing-masing. Begitu pula SD,” kata Muis.

Adapun total jumlah siswa SMP yang mengikuti ujian 5.015 orang di 73 sekolah. Sementara, MTs berjumlah 1.447 orang yang berasal dari 43 sekolah. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.