Kisah Pilu Nenek 80 Tahun di Gubuk Tak Layak Huni

MAROS, MM – Tidak ada masa tua yang ringan bagi Singara. Nenek berusia 80 tahun ini memprihatinkan di Bonti-bonti, Desa Mattoangin, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Dia masih bisa berjalan, namun tak lagi kuat untuk bekerja.

Kini, Singara hanya berharap kebaikan hati tetangga. Dia memiliki satu anak laki-laki namun ada masalah kesehatan dan tak punya pekerjaan. Dan setelah kisah Singara muncul di media sosial, beberapa orang “jauh” mulai memberi bantuan.

Read More

Persoalan yang juga mendesak adalah hunian. Wanita tua itu tinggal di sebuah gubuk. Sebab memang tak bisa disebut rumah.

Dinding gubuknya lapuk dan berlubang. Beberapa bagian telah jebol. Lantai beralaskan tikar menutupi bagian-bagian yang bocor.

Kata tetangganya, Singara dahulu cukup energik. Rajin ke masjid untuk salat berjemaah. Namun usia yang semakin lanjut dan kemampuan fisik yang melemah membuatnya harus banyak berdiam.

“Pandangannya juga sudah kabur. Seringkali nyasar saat pulang malam hari,” ujar Sastra Darmakusumah, Ketua Kurir Langit Maros, Jumat, 13 Maret 2020.

Kurir Langit adalah salah satu lembaga yang berinisiatif membuat gerakan untuk membantu Singara. Dalam waktu dekat, imbuh Sastra, relawan akan membuatkan hunian yang layak untuk Singara. Lokasinya tepat di samping gubuk lama.

Kurir Langit masih menanti kabar dari Anda semua para dermawan. Siapa saja boleh terlibat, menghadiahkan hunian dan masa tua yang lebih indah untuk Nenek Singara. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.