8 Pemilik Lahan KA Pilih Dibayar Cepat, Rp1 M Dibagi-bagi

MAROS, MM – Tak menunggu konsinyasi, delapan pemilik yang lahannya terkena jalur kereta api Makassar-Parepare pilih dibayar cepat. Totalnya 10.941 meter persegi.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ansyar Kadir, mengungkapkan, pihaknya langsung menjadwalkan pembayaran setelah para pemilik setuju. Selanjutnya, ganti rugi dilaksanakan melalui BRI.

Read More

“Totalnya sekitar Rp1 miliar. Delapan orang ini sebenarnya sudah masuk konsinyasi. Tetapi, sebelum ada putusan pengadilan, mereka bersedia menerima,” katanya usai pemberian ganti rugi di Kantor Cabang BRI Maros, 18 Maret 2020.

Nominal pembayarannya beragam, mulai dari Rp35 juta hingga Rp300 juta. BPN pun menargetkan, sisa lahan yang masuk dalam proses konsinyasi bisa diselesaikan lebih cepat.

“Selebihnya, kita juga upayakan tidak sampai penetapan (pengadilan). Supaya ganti ruginya bisa cepat,” imbuh Ansyar.

Dia bilang, pemilik jangan terpengaruh dengan wacana kenaikan lahan. Jangan dengar siapa-siapa yang tujuannya ingin memprovokasi.

“Eh, akan naik itu harganya lahan kalau lama-lama disimpan. Tidak mungkin,” tegasnya.

Lahan yang sudah dibayarkan ini tersebar di Kecamatan Turikale, Maros Baru, Marusu, dan Bontoa. Salah seorang pemilik lahan, Rabiah, mengaku telah menerima ganti rugi.

“Lahan saya di Dusun Matana, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu. Luasnya 967 meter persegi. Dibayar Rp79 juta,” rincinya.

Lahan ini dibayarkan Kementerian Perhubungan yang diwakili Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi dan PPK Pengadaan Tanah Kabupaten Maros, Irfan Makmur. Sejauh ini total lahan yang sudah dibebaskan sekitar 49 bidang. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.