Guru Juga Punya Keluarga, Alasan Disdik Liburkan Tenaga Pendidik

MAROS, MM – Guru sudah diliburkan. Mereka juga mesti menjaga keluarganya. Namun, kepala sekolah diminta tetap mengadakan piket demi keamanan sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Maros, Andi Ikbal Dwi, menyebutkan, guru mulai diliburkan sejak Jumat, 20 Maret 2020. Penerapan social distancing menjadi pertimbangannya.

“Sedapat mungkin mengurangi kontak fisik. Memperbanyak di rumah. Kita juga ingin memberi contoh kepada masyarakat,” kata Ikbal kepada MataMaros.com, Minggu, 22 Maret.

Pertimbangan selanjutnya, lanjut Ikbal, guru juga tentunya ingin menjaga anaknya yang dirumahkan. “Kita juga melihat sisi kemanusiaan guru,” kata eks camat Bontoa ini.

Namun, dengan adanya kebijakan ini, sekolah mesti tetap terisi. Guru-guru secara bergantian melaksanakan piket sebagai perhatian terhadap keamanan sekolah.

“Harus ada piket. Kepala sekolah yang atur. Sekolah besar bisa 4-5 guru. Sekolah kecil cukup dua cukup,” imbuh Ikbal.

Dia juga mengungkapkan, pembelajaran tetap berjalan secara daring. Bagi sekolah yang memiliki keterbatasan, sebelumnya pihak sekolah sudah memaksimalkan lewat pemberian PR kepada siswa.

Sementara itu, kebijakan libur ini dimanfaatkan untuk pembersihan sekolah. “Kita manfaatkan untuk semprot disinfektan. Mudah-mudahan bahannya cukup untuk semua (sekolah),” pungkas Ikbal. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.