Resah Masker Langka, Ibu-ibu di Lau Jahit Sendiri dan Gratiskan

MAROS, MM – Masker langka. Ibu-ibu di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, ikut resah. Kondisi itu pun membuat mereka prihatin, lalu berinisiatif jahit sendiri dan membagi-bagikannya secara gratis.

Produksi masker sudah dilakukan empat hari. Kelompok ibu-ibu ini memanfaatkan salah satu teras rumah untuk menjahit bersama. Ada tiga mesin jahit yang dipakai.

Read More

“Tiap mesin jahit, kira-kira bisa menghasilkan 30-an masker per hari. Mungkin ada 100 masker per hari,” ungkap Hasrina, salah seorang ibu yang ikut memproduksi, Senin, 23 Maret 2020.

Satu masker dijahit tak cukup lima menit. Mereka mengerjakannya dari bakda zuhur hingga sore hari. “Pokoknya tidak ada tidur siang, gara-gara corona,” kelakar salah satu ibu yang juga sibuk menjahit.

Tak ada target produksi lantaran biayanya bergantung dari swadaya warga saja. “Harga kainnya Rp40.000 per meter. Kami sudah beli 12 meter sejauh ini,” sebut Hasrina.

Masker-masker tersebut lalu dibagi-dibagikan ke masyarakat. “Kemarin (Minggu) sudah kita bagikan di lampu merah bandara. Rencana selanjutnya di rumah sakit dan depan kantor lurah Allepolea,” imbuhnya.

Ibu-ibu di Allepolea ini pun sudah menjamin kesterilan masker. “Sebelum dibungkus, kami press dulu dengan suhu 160 derajat selama 20 detik supaya steril,” ungkap Hasrina. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.