Setahun Berlalu, Santunan Petugas Pemilu Meninggal di Maros Belum Juga Diberikan

MAROS, MM – Kabar kurang menyenangkan datang dari keluarga Isparianto, petugas KPPS pada Pemilu Serentak 2019 yang meninggal dunia kala itu. Santunan yang dijanjikan pemerintah melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum juga diterima hingga kini. Sudah menjelang satu tahun.

Ayah Isparianto, Ismail, menuturkan, uang tidak akan mengembalikan nyawa anaknya. Tetapi janji santunan tersebut tetap perlu dibuktikan. Sebab selain menjadi inisiatif dan janji pemerintah sendiri, itu setidaknya juga bisa meringankan beban keluarga yang ditinggal Ispar.

Read More

“Terutama ibu dan adiknya. Saya bekerja tetapi serabutan,” ujarnya kepada MataMaros.com, Rabu, 25 Maret 2020.

Ismail mengaku sedih karena sudah mengurus banyak persuratan, sesuai petunjuk KPU. Mulai dari surat kuasa hingga surat ahli waris untuk pencairan santunan. Namun hingga kini tak ada realisasi.

“Salinan surat itu terpajang di lemari. Setiap saya buka lemari, langsung teringat lagi dengan almarhum. Sedih rasanya karena saat duka masih terasa, kami juga seperti dipermainkan. Disuruh kiri-kanan mengurus surat dan hanya dijanji,” imbuhnya.

Pemilu 2019 menyisakan duka mendalam bagi bangsa ini. Total ada 894 petugas yang meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit. Sistem pemilu yang penghitungan suaranya saja ada yang sampai dini hari bahkan siang hari dicurigai membuat banyak petugas kelelahan, kemudian sakit, dan banyak yang wafat.

Isparianto sendiri wafat di usia 21 tahun. Dia anggota KPPS TPS 6, Lingkungan Kadieng, Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Ispar wafat di RSUD Salewangang, Selasa malam, 14 Mei 2019.

Ketua KPU Maros, Samsu Rizal belum menjawab upaya konfirmasi MataMaros.com. Telepon seluler hingga panggilan dan pesan WhatsApp belum ditanggapi hingga berita ini diturunkan. Padahal, terhubung. Meski begitu, MataMaros.com tetap menunggu konfirmasi pihak KPU untuk pengembangan berita selanjutnya.

Tahun lalu, KPU Pusat sudah menentukan besaran santunan untuk petugas pemilu yang kena musibah. Untuk yang meninggal Rp36 juta per orang, cacat permanen Rp30,8 juta per orang, luka berat Rp16,5 juta per orang dan luka sedang Rp8,25 juta per orang. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.