Pilkada Ditunda, KPU Siap Kembalikan Uang Pemda

MAROS, MM – Dana hibah pilkada memang direncanakan juga digeser untuk penanganan covid-19. KPU Maros pun siap mengembalikannya.

Ketua KPU Maros, Samsu Rizal, mengakui, sudah menerima informasi rencana pengembalian dana tersebut. Hanya saja, pihaknya aturan resminya belum ada.

Read More

“Tentu saja kita tunggu Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang), barulah diatur mekanisme pengembalian anggaran hibah,” ungkapnya kepada MataMaros.com, Rabu, 1 April 2020.

Anggaran pilkada yang disepakati di Maros Rp31 miliar. Sementara itu, kegiatan operasional di KPU tetap berjalan sejauh ini sembari menunggu aturan dari pusat.

Namun, empat agenda KPU sudah pasti ditunda. Keempatnya, pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), verifikasi faktual, pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), dan kegiatan pemutakhiran data pemilih.

“Belum ada kepastian waktu. Kita melihat perkembangan virus. Semoga cepat berlalu,” kata Rizal.

Sedangkan jadwal penundaan ada tiga opsi. “Informasi yang kami dapat, KPU RI memberikan tiga opsi, yaitu 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Maros, Hatta Rahman, mengungkapkan, memang ada rencana pengalihan dana dari pusat, seperti dana DID. Bahkan, DAK ditunda penyalurannya.

“Dana pilkada juga mungkin dialihkan ke situ (penanganan covid-19). Tapi belum ada petunjuk,” katanya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.