APD Produksi Lokal Maros Belum Dilirik Pemda, Permintaan dari Luar Membeludak

MAROS, MM – Alat perlindungan diri (APD) produksi lokal Maros ternyata selama ini belum sama sekali dilirik. Justru mereka yang dari luar daerah yang memesan.

MataMaros.com yang sejak awal memberitakan inisiatif positif ibu-ibu di Lau juga banyak menerima telepon dari pihak luar. Terutama dokter dan lembaga. Mereka berharap bisa kebagian.

Read More

Hingga Selasa, 7 April 2020, ibu-ibu di Kelurahan Allepolea Kecamatan Lau masih sibuk memproduksi baju hazmat yang juga merupakan APD. Target saat ini ada 800 lembar yang akan dibagi-bagikan ke berbagai daerah. Gratis.

Ketua Komisi II DPRD Maros, Amran Yusuf yang mendengar kabar itu pun langsung memantau pembuatannya. Dia meminta pemerintah kabupaten (pemkab) segera melirik produksi APD di Kecamatan Lau itu.

“Kita lagi butuh-butuhnya. Ternyata ada produk lokal yang bisa kita manfaatkan,” kata Amran yang ditemui di lokasi pembuatan bersama legislator PKS, Rahmat Hidayat.

Menurutnya, di samping memenuhi permintaan APD, pemkab sekaligus bisa membinanya dalam bentuk UMKM. Serapan tenaga kerja pun bida bertambah.

“Kami harap dua dinas, koperindag untuk memberikan pembinaan dan dinas kesehatan bisa melirik dan membeli produknya,” ungkap legislator Partai Hanura ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Sitti Maryam Haba, mengatakan, pihaknya ingin melihat terlebih dahulu spesifikasinya. Jika sesuai, akan direkomendasikan.

“Mungkin saya harus tahu kualifikasi baju hazmatnya karena harus sesuai standar. Meski pun darurat, kami tetap berpedoman pada proses pengadaan barang/jasa,” katanya.

Salah seorang ibu yang ikut memproduksi APD, Farida, mengatakan, rekannya-rekannya memang membutuhkan tambahan alat agar produksi bisa lebih cepat. “Namanya mesin typical, bisa obras langsung jadi,” katanya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.