Dewan Minta Pemkab Tangani Pasien Isolasi Mandiri, Bukan Disuruh di Rumah

MAROS, MM – Pasien positif Covid-19 berjumlah 11 orang, 7 di antaranya menjalani isolasi mandiri. Tetapi dewan meminta pemerintah kabupaten (pemkab) menangani mereka. Bukannya disuruh di rumah.

Legislator Fraksi Partai Hanura DPRD Maros, Amran Yusuf, mengatakan, salah satu alasannya karena pasien isolasi mandiri tidak bisa terpantau 24 jam. Kemudian, pengawasannya butuh 14 hari.

Read More

“Siapa yang menjamin penularannya terhadap keluarganya? Kalau lima orang (keluarga) kira-kira bagaimana,” kata Amran, Selasa, 7 April.

Fasilitas rumah sakit memang lagi terbatas. Namun, menurutnya, pemkab memiliki aset lain yang bisa digunakan untuk merawat mereka.

“Pemda harus berinisiatif menggunakan fasilitas yang belum dimanfaatkan, seperti rusunawa dan hotel. Di rusunawa, pasien bisa diawasi 24 jam, hotel di PTB bisa dipakai tenaga medis,” jelas Amran.

Dia menegaskan, pemkab harus tanggap dengan kondisi tersebut. “Yang sudah positif dan isolasi mandiri jangan di rumahlah karena itu rawan penyebarannya,” imbuh ketua komisi II DPRD Maros ini.

Sebelumnya, Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir juga sudah mempertanyakannya ke tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Maros. “Ada tidak jaminan kalau pasien isolasi mandiri ini bisa disiplin? Tetapi tidak direspons,” katanya.

Ia menerima alasan jika pasien tak bisa dirawat di rumah sakit lantaran masalah keterbatasan. “Alasannya terkendala ruangan dan APD. Saya tidak tahu apakah masih itu masalahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Maros, dr Syarifuddin, mengklaim, pasien isolasi mandiri sudah diawasi pemerintah setempat dan aparat keamanan. “Dipantau terus. Tidak boleh kemana-mana. Harus ketat,” ujarnya.

Orang-orang yang mau berkunjung ke rumah pasien juga tak diizinkan untuk sementara waktu. Kemudian, pemkab juga sudah menjamin persoalan loigistiknya.

“Kita bagikan sembako, vitamin C, dan multivitamin. Tak hanya rumah yang isolasi mandiri, bahkan di sekitarnya juga,” kata dr Syarif. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.