Diperintahkan Beli Masker untuk Warganya, Kades Takut Jadi Temuan

MAROS, MM – Kepala desa diminta untuk membagikan masker ke warganya. Sumber anggaran yang diperintahkan ialah belanja rutin. Namun, mereka masih kebingungan.

Instruksi tersebut berdasarkan Surat Edaran Bupati Maros Nomor 440.4.1/164/SET Tentang Kewajiban Penggunaan Masker untuk Mencegah Penularan Covid-19. Pemberitahuan ini ditandatangani sejak 6 April 2020.

Read More

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Husair Tompo, mengaku belum melihat surat edaran tersebut. “Besok (hari ini) saya lihat edaranya,” katanya kepada MataMaros.com, Rabu malam, 8 April 2020.

Namun, menurutnya, Kemendagri dan Kemendes juga memang sudah mengeluarkan edaran tentang penggunaan anggaran di bidang kebencanaan untuk penanganan Covid-19. Hanya saja, ia tak tahu persis nilainya.

“Ada mungkin Rp5 juta, ada Rp10 juta. Tergantung Pak Desa berapa,” ujar Husair.

Kepala Desa Temmapadduae Kecamatan Marusu, Aminuddin, mengatakan, suratnya memang telah ia terima via WhatsApp, tetapi fisik belum. Dia pun langsung memerintahkan bagian keuangannya untuk berkoordinasi dengan dinas PMD terkait petunjuk perubahan APBDes.

“Karena APBDes Sisekeudes (Sistem Keuangan Desa) sekarang tak mudah untuk diubah. Menunggu petunjuk selanjutnya dari Pak Bupati. Kau ada teknisnya, kami siap,” katanya.

Dia menyebutkan, anggaran yang diperintahkan ialah memakai belanja rutin. Menurutnya, ada beberapa komponen dalam pos anggaran tersebut, termasuk penggajian, pengadaan alat-alat dapur, dan ATK.

“Ini kalau langsung diarahkan ke pengadaan masker butuh petunjuk teknis Pak Bupati untuk perlindungannya kita. Kalau tidak penuhi regulasi, jadi temuan juga,” imbuhnya.

Khusus besaran anggaran belanja rutin, dia juga tak mengetahui persis nilainya. Sementara total masker yang mesti dibagikan ke warga berkisar 4.000 orang.

Kepala Desa Tenringangkae, Wahyu Febri, pun mengaku masih butuh penjelasan terkait pangalihan belanja rutin ke pengadaan masker. “Baru mau diperjelas di kabupaten, mana anggaran yang dikurangi,” katanya.

Dia menyebutkan, jumlah warganya berkisar 8.000 jiwa. Pengadaan masker untuk seluruh waganya pun masih harus dipertimbangkan. “Berat kalau dalam waktu dekat,” ujar Febri.

Selain desa, pemerintah kecamatan juga diperintahkan untuk membagi masker. Sumber anggarannya sama, belanja rutin. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.