Maros Pesan 800 Rapid Test, Itu pun Tak Kunjung Tiba

MAROS, MM – Stok alat rapid test sudah habis. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros sudah pesan 800 unit. Tetapi tak kunjung tiba.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Maros, dr Syarifuddin, mengungkapkan, pihaknya masih menunggu pengiriman. Janji dari Jakarta sejak pekan lalu.

Read More

“Ini kan dari seluruh Indonesia yang butuhkan. Mungkin disebar kemana-mana sehingga sampai sekarang untuk kita belum (ada),” ungkapnya kepada MataMaros.com, Kamis, 9 April 2020.

Sementara itu, stok terakhir yang jumlahnya 130 unit juga sudah terpakai. “Sudah habis. Petugas kesehatan yang telah menangani pasien positif, langsung menjalani tes swab,” kata dr Syarif yang juga kepala bidang pelayanan kesehatan Dinkes Maros.

Dia mengatakan, setelah pesanan alat rapid test datang, pihaknya langsung memeriksa orang-orang yang memenuhi syarat untuk diperiksa. Mulai dari petugas medis sampai warga sendiri.

“Tidak semua orang yang diperiksa. Hanya petugas kesehatan. Itu pun yang pernah menangani pasien positif. Kedua, keluarga pasien yang positif. Bukan PDP dan ODP,” jelasnya.

Syarif mengungkapkan, jumlah 800 alat rapid test dinilai sudah cukup untuk sementara. “Kalau sudah datang, mungkin nanti menyusul lagi 800 (unit),” katanya.

Ketidakjelasan soal akan adanya alat rapid test membuat kalangan tingkat desa resah. Kepala Desa Alatengae, Abdul Azis sudah mulai berinisiatif mencari rapid test sendiri untuk warganya.

Lewat media sosial, dia mulai mencari tahu soal harga dan spesifikasi rapid test. “Bahaya sekarang. Kita tidak tahu siapa saja yang berpotensi menularkan. Bisa jadi tanpa gejala padahal positif,” tuturnya.

Di beberapa tempat, lain lagi masalahnya. Alat pengukur suhu badan atau thermo scan dianggap rapid test. Hanya dengan mengetahui suhu badan diyakini bisa menentukan positif tidaknya seseorang.

Karut marut seperti inilah yang sedang terjadi di Maros. Peran Gugus Tugas dinanti untuk membuat masyarakat paham. Sekaligus mencari jalan untuk menghindarkan mereka dari infeksi. Apalagi separuh dari total kecamatan di Maros sudah memiliki warga positif Covid-19. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.