Sopir Petepete di Tengah Wabah; Bensin Habis 5 Liter, Setoran Baru Rp17 Ribu

MAROS, MM – Sopir petepete juga amat terpukul di tengah pandemi Covid-19. Isi dompet yang disetor ke keluarga sisa belasan ribu per hari.

Salah seorang sopir petepete, Abdul Azis (56), mengatakan, penumpang saat ini memang nyaris tidak ada. Dia pun terpaksa mengurangi rutenya. Tak lagi ke Daya dan Pangkep.

Read More

“Ke Batangase saja itu cuma dapat satu penumpang. Pokoknya kita ini sopir sisa pasrah dengan keadaan. Ini sudah dua jam menunggu, belum ada penumpang,” ungkap Azis di Pasar Tramo, beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan, trayeknya sudah dua kali dalam sehari ke Pasar Tramo, tetapi pendapatan tak sebanding dengan operasional. “Kalau saya jalan lagi ini sudah habis 5 liter, na baru Rp17.000,” beber Azis.

Sopir petepete lainnya, Muhammad Saleh (50), pun mengaku kesulitan mendapatkan penumpang. Kadang, di pagi hari hanya dapat dua orang. Dia kini mulai khawatir dengan pemenuhan kebutuhan sehari-harinya.

“Belum kebutuhan anak. Tidak sekolah memang, tetapi kuotanya Rp20 ribu tiga hari habis mi,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Maros, M Nur Rahman, mengungkapkan, aktivitas petepete mengalami penurunan. Tidak mencapai angka 100 dari 215 unit yang sering beroperasi.

“Yang aktif itu sisa ke Camba, Maros Utara, dan Batangase. Sudah banyak sopir yang tinggal di rumah. Mana anak sekolah juga libur,” ungkapnya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.