Pasien Covid-19 Kini Disuplai Sayur dan Buah, Bahkan Disiapkan Hotel

MAROS, MM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Maros meningkatkan perhatiannya kepada para pasien. Kebutuhan gizi lebih diperhatikan. Kini bahkan sudah disuplai juga sayur dan buah.

Ketua Gugus Tugas yang baru, Hatta Rahman menuturkan, pihaknya akan berupaya agar para pasien, termasuk 17 orang yang positif, bisa cepat sehat.

Read More

“Kita siapkan pelayanan gizinya. Ada yang pantau satu-satu. Ada LO-nya sendiri-sendiri. Jadi bisa kita tahu perkembangannya setiap hari,” ungkap Hatta, Rabu, 15 April 2020.

Kemudian, petugas yang ditunjuk untuk mengawasi mereka mengambil stok kebutuhannya di kantor Dinas Kesehatan. “Per dua hari. Dikasih ikan, buah, sayur, sirup, vitamin C, multivitamin, dan air mineral,” imbuh Bupati Maros itu.

Menurutnya, untuk sementara, mereka lebih aman pasien di rumah ketimbang dikumpulkan dalam satu tempat. Justru mereka bisa lepas dari pengawasan.

“Kalau di satu tempat nanti dia tinggalkan. Karena mengamankan pasien positif juga ekstra hati-hati. Siapa yang mau tangkap kalau misalnya dia lari?,” ujarnya.

Karenanya, rumah susun (rusun) yang tengah disiapkan diperuntukkan bagi pasien yang telah menjalani perawatan di rumah sakit. Rusun bisa menjadi tempat isolasi mereka selanjutnya.

“Sudah dinyatakan sembuh. Tetapi mau diisolasi sementara, di tempatkan di situ (rusun). Habis dirawat kan harus tinggal lagi 14 hari. Bahkan, kita berpikir kalau di situ tidak memadai, kita siapkan hotel,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Sitti Maryam Haba, mengatakan, memang ada tambahan stok kebutuhan pasien isolasi mandiri. Tujuannya untuk menunjang kebutuhan gizi mereka.

“Sebelumnya, ada susu beruang, jahe, vitamin C, madu. Yang pokok kan telur, beras, dan minyak goreng. Kemudian, ini ditambah lagi sayur, buah, ikan. Sementara dibuatkan menunya untuk dikirim ke pasien positif,” kata dr Maryam.

Sebelumnya sempat muncul polemik. Sebab, pernyataan pihak Gugus Tugas yang menuturkan bahwa pasien Covid-19 akan dikirimi mi instan dan telur saja selama 14 hari. Hal itu memantik komentar miring banyak pihak. Termasuk dari sejumlah legislator. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.