Surat untuk Balai Jalan; Sisa Galian Hilangkan Mata Pencarian Kami

MAROS, MM – Seorang warga mengirim surat ke redaksi MataMaros.com. Ulla Mo, namanya, mengarahkan curhatannya kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan di Makassar.

Apa dan seperti apa hal yang menimpa warga Kecamatan Mandai ini sampai harus menulis surat terbuka? Baca suratnya di bawah ini;

Read More

Assalamualaikum.

Ini mungkin satu-satunya surat di dunia ini tanpa jelas dikirim kepada siapa. Kami hanya curiga bahwa Balai Besar Pelaksanaan Jalan yang paling layak menerimanya. Tetapi jika salah, tolong betulkan dan sampaikan kepada yang seharusnya membaca.

Ini soal halaman ruko yang kami sewa untuk jualan coto di Mandai. Serta halaman banyak bangunan lain di deretan yang sama.

Proyek perbaikan saluran air di sepanjang jalan poros provinsi itu kami sambut suka cita. Musim hujan nanti insyaallah kami sudah bebas dari genangan.

Tetapi ada yang cukup merisaukan kami. Bekas galian yang juga merusak halaman warung kami ditinggal begitu saja ketika pemasangan gorong-gorong selesai. Tembok pelataran hancur. Efeknya sangat besar sebab kami kehilangan tempat parkir untuk meyakinkan pelanggan sudi mampir. Bisa sebenarnya kalau ada yang mau menjadikannya arena tur offroad.

Jadi sejak Maret kami tidak lagi bisa jualan. Saat saluran air mulai dikerja dan selesai dikerja namun tak dirapikan bekasnya. Kemudian datang lagi corona.

Kami sempat buka satu pekan dengan kondisi seperti itu. Orang-orang takut keluar rumah dan halaman warung kami berantakan dan tak bisa menjadi tempat parkir.

Hasilnya, hanya satu-dua orang yang singgah. Kami mencatat omzet hampir nihil itu lalu puyeng melihat tagihan kontrakan ruko. Kami melanjutkan hidup tanpa bekerja dan percayalah kami tak menabung banyak uang.

Kami sempat berpikir untuk menambal sendiri kerusakan yang sangat lebar itu. Sekalian membantu pemerintah. Atau paling tidak membantu kontraktornya agar untungnya tetap besar. Tetapi seorang tukang menghitung biayanya dan kami sungguh tidak sanggup.

Maka kami sebagai rakyat kecil sangat berharap tak lagi ditambah bebannya dengan hal-hal semacam ini. Jangan pergi sebelum pekerjaan benar-benar tuntas. Kami hendak membantu namun apa daya dana tak sampai.

Ramadan sebentar lagi, Pak. Kami berharap bisa jualan kembali setiap jelang buka puasa. Tetapi tidak akan ada yang mampir jika harus parkir di bahu jalan dan menuai teriakan pengendara lain.

Entah balai atau kontraktornya; kami tunggu di Mandai dengan semen cor dan itikad baik.

Wassalamualaikum.

Maros, 20 April 2020

Ulla Mo, pengelola Warung Makan! Coto & Pallubasa
HP 085239996373

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.