Sapma PP Maros Tolak Jadi Alat Politik

Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, menerima kunjungan pengurus Sapma PP di ruang kerjanya, Selasa, 9 Juni 2020. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Maros menegaskan independensinya dalam pilkada serentak 2020. Mereka menolak untuk dijadikan alat politik.

Ketua Sapma PP Maros, Ahmad Takbir Abadi, mengatakan, rekan-rekannya siap mendukung pilkada damai. Meskipun masing-masing punya pilihan yang berbeda.

Read More

“Kami bebaskan semua kader di Sapma untuk berdemokrasi dengan baik. Kami ini kan siswa dan mahasiswa punya kemerdekaan pilihan” ungkapnya.

Penegasan itu pun disampaikan kepada Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, Selasa, 9 Juni lalu. Takbir mengatakan, Sapma merupakan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang tidak boleh menjadi alat politik dan kepentingan suatu golongan saja.

“Sapma punya AD dan ART sendiri. Jadi tidak boleh diintervensi” kata ketua Sapma PP termuda di Sulsel ini.

Selain membahas pilkada, Takbir juga meminta komitmen DPRD untuk bersama-sama memberantas komunisme dan rasisme. Menurutnya, paham tersebut sudah mulai bermunculan.

Menurut Takbir tak ada alasan ideologi seperti komunis bisa mengganti kedudukan pancasila. “Kami sudah sampaikan pesan ketua umum kami di Jakarta tentang penolakan Revisi UU Haluan Ideologi Pancasila yang tidak mengacu pada Tap MPRS terkait larangan komunis,” ungkapnya.

Sementara itu, Andi Patarai Amir, menyambut baik kedatangan pengurus Sapma PP di ruang kerjanya. Mereka memang diharapkan ikut mengawal pilkada damai.

“Kami mengapresiasi langkah Sapma PP yang mau membantu kami sebagai mitra kritis dan siap sukseskan pilkada nanti dengan damai,” tuturnya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts