Gara-gara Covid-19, Anggaran Pilkada Maros Membengkak

Kantor KPU Maros yang berlokasi di Jl Asoka, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale. (FOTO: DOK/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maros mengusulkan tambahan anggaran Rp10 miliar ke pusat. Itu dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua KPU Maros, Samsu Rizal, mengatakan, peningkatannya memang cukup signifikan. Namun, penambahan anggaran ini tak bisa dihindari.

Read More

“Tambahannya sekitar 30 persen dari yang ada sekarang, Rp31 miliar. Kita ajukan KPU RI kurang lebih Rp10 miliar. Tetapi mengenai jumlah yang disetujui, belum ada,” jelas Rizal yang temui di kantornya, Sabtu, 13 Juni 2020.

Ia menyebutkan, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembelian perlengkapan protokol kesehatan. Alat Pelindung Diri (ADP) dan hand sanitizer misalnya.

Jumlah kebutuhannya pun sangat besar. Seperti masker, seluruh petugas pemilu wajib memakainya, dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Misal PPK, 5 orang tiap kecamatan, ada juga di sekretariat. Kemudian PPS, di tiap 103 desa/kelurahan ada 3 orang. KPPS kami ada 7 orang, ditambah Pam (Petugas Pengaman) 2 orang. Jadi, 9 orang,” rincinya.

KPU Maros pun telah melaporkan kondisi tersebut ke KPU provinsi, pekan lalu. “Kita rapat virtual terkait teknis tahapan Pilkada sesuai protokol kesehatan Covid-19,” kata Rizal. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts