Ingin Balik Kampus, Prof Yusran Tak Berminat Lagi Ikut Pilkada Maros

Pj Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf. (FOTO: HUMAS PEMKOT MAKASSAR)

MAKASSAR, MM – Pergantian Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf memang mengejutkan. Begitu cepat. Ia baru bekerja selama 44 hari.

Lelaki asal Maros ini dilantik Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, 13 Mei 2020. Ia menggantikan pj wali kota sebelumnya, Iqbal Suhaeb.

Read More

Tak dinyana, besok, Jumat, 26 Juni 2020, pucuk pimpinan Pemkot Makassar bakal berganti. Masa kerja Yusran pun segera berakhir.

Ia sudah membenarkan hal tersebut. “Bukan isu. Itu betul,” katanya saat menggelar konferensi pers, Kamis, 25 Januari 2020.

Bahkan, rencana awal, pelantikan pj wali kota yang baru sebenarnya digelar siang tadi. “Mungkin waktunya belum mepet. Ditunda besok setelah salat Jumat,” ujar Prof Yusran.

Ia mengungkapkan, gubernur telah menemui Presiden beberapa waktu lalu. Salah satu permasalahan yang dibahas, yakni penyebaran Covid-19 di Makassar

“Intinya bahwa Kota Makassar ini belum bisa dikendalikan. Wali kota tidak bisa mengendalikan secara cepat. Sehingga disimpulkanlah wali kota harus diganti,” ungkapnya.

Namun, Yusran mengaku tak pernah mempersoalkan penggantian dirinya. Termasuk saat ditanya soal hubungannya dengan Prof Nurdin yang juga dikenal sebagai sahabatnya sendiri.

“Tidak. Jangan dibawa persoalan pribadi dengan jabatan. Ini jabatan kan amanah saja. Tiap saat bisa berganti,” katanya.

Yusran adalah guru besar di Unhas. Sebelum jadi Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulsel, dia Dekan Fakultas Kehutanan Unhas.

Sebelum diamanahkan memimpin Makassar, ia juga sempat digadang-gadang bertarung dalam Pilkada Maros. Balihonya pun sudah tersebar di beberapa titik.

Namun, saat ditanyai wartawan soal keinginannya maju dalam pilkada, ia membantah.

“Wah, tidak. Saya akan kembali ke barak. Setelah ini saya mungkin kembali ke kampus,” ujarnya.

Di akhir konferensi pers, Prof Yusran juga mengucapkan terima kasih kepada warga Makassar. Menurut dia, amanah bisa memimpin kota ini sangat berharga bagi dirinya pribadi.

“Saya juga menyampaikan permohonan maaf, sekiranya selama 40 hari ini belum optimal. Tapi yakin dan percaya bahwa itu sudah uapaya maksimal yang saya lakukan untuk Kota Makassar,” tuturnya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts