Buntut Memanasnya Perebutan Golkar di Maros, Kuala Mas Ungkit Kerja Keras di Pileg

Baliho Sahiruddin-Nuraeni Wahid berlogo Golkar tersebar di berbagai titik. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Nama Kuala Mas, kelompok bisnis yang belakangan jadi nama tim keluarga pemilik perusahaan di pentas perpolitikan Kabupaten Maros, kembali ramai dibicarakan.

Itu setelah Sahiruddin, menantu Haji Malik founder Kuala Mas, menyebar banyak baliho bergambar dirinya berpasangan Nuraeni Wahid dengan memasang logo Golkar. Padahal, petinggi DPP Partai Golkar di Jakarta sudah mengumumkan rekomendasi Beringin menjadi milik pasangan Tajerimin-Havid S Fasha.

Read More

Baliho jagoan Kuala Mas itu kini menghiasi berbagai titik di Maros. Bahkan hingga wilayah pelosok. Logo Golkar dipasang di sudut kanan atas. Ada juga foto Airlangga Hartarto, ketua umum Partai Golkar melambaikan tangan.

Lantas, apa alasan Sahiruddin masih begitu percaya diri bakal diusung Golkar? Pertama, kata dia, DPD II Partai Golkar Maros belum bisa memperlihatkan surat resmi rekomendasi partai untuk Tahfidz, julukan pasangan Tajerimin-Havid S Fasha.

“Kalau memang ada, tolong tunjukkan. Saya akan legowo (legawa, KBBI) jika memang itu surat resminya,” ujarnya.

Makanya, setelah Ketua DPD II Partai Golkar Maros, A Patarai Amir menggelar konferensi pers pengumuman nama Tajerimin-Havid S Fasha di Sekretariat Golkar Maros, Selasa siang lalu, Sahiruddin langsung menghelat acara serupa di kediaman mertuanya. Haji Malik menemani sang menantu, sesekali menimpali.

Sahiruddin mengaku sudah bertemu juga dengan petinggi DPP Golkar di Jakarta untuk meminta izin menggunakan logo partai.

Alasan lain, Sahiruddin merasa keluarga besarnya punya kontribusi besar dalam memenangkan Golkar
pada Pileg 2019 lalu.

“Berkat kerja keras keluarga besar saya, istri, adik ipar saya, beserta tim-tim saya di Kuala Mas. Pagi, siang, malam, hujan, tidak mengenal lelah memperjuangkan Golkar. Pileg sebelumnya Golkar hanya memperoleh empat kursi. Kalah. Pileg baru-baru ini fenomenal, tujuh kursi,” rincinya.

“Istri dan adik ipar saya duduk dengan suara memuaskan dan terbanyak,” tambah pria yang juga kader Golkar itu.

Sahiruddin mengajak berandai-andai. Misalnya Kuala Mas tidak bekerja keras, berapa kursi yang bisa didapat Golkar. “Paling lima kursi. Itu bisa mendudukkan ketua DPRD? Tentu tidak. Saya tekankan saya punya hak. Saya menuntut hak terhadap ketua DPD II. Anda sebagai ketua, di mana bentuk netralitas Anda? Anda tidak bisa duduk tanpa kami,” tegasnya.

Kontribursi kursi yang dimaksud Sahiruddin adalah yang diraih istrinya, Nurwahyuni Malik dari Dapil 1 dan adik iparnya, Taufik Malik dari Dapil 3. Mereka menjadi penopang kursi Golkar bisa cukup tujuh sehingga mengakhiri dominasi PAN dan sekaligus merebut kursi ketua DPRD Maros yang diduduki A Patarai Amir, Ketua DPD II Golkar Maros.

Sahiruddin belum berhenti. “Di mana bentuk terima kasih Anda? Kami juga mempertanyakan soal hasil survei yang belum pernah kami lihat. Tiba-tiba ada tiga nama yang diusung ke DPP,” sambungnya.

Tim penjaringan partai memang mengirim tiga nama ke DPP pada Februari lalu. Tajerimin satu-satunya kader Beringin. Dua lainnya adalah Amirullah Nur Saenong (Demokrat) dan Wawan Mattaliu (Hanura).

Sebelumnya, A Patarai Amir sudah membuat pernyataan. Kata dia, tidak salah jika Sahiruddin memasang logo Golkar di baliho-balihonya. Tetapi itu sebelum ada keputusan final dari DPP. Sekarang sudah tak elok, sebab partai sudah memerintahkan untuk mendukung satu pasangan calon.

“Saya berharap saudara saya (Sahiruddin) menurunkan baliho-baliho berlogo Golkar itu. Saya tidak ingin ada perpecahan di partai ini,” ucap pria asal Mallawa itu.

Patarai menegaskan, nama-nama usungan di 12 daerah ber-pilkada di Sulsel yang diumumkan Nurdin Halid itu sudah final. Tugas jajaran Beringin saat ini adalah bekerja untuk memenangkan kandidat yang diusung. “Kita harus tunduk dan patuh pada amanat organisasi,” ucapnya.

Namun lagi-lagi kelompok Kuala Mas masih yakin rekomendasi akan mereka dapatkan. “Kami masih terus bekerja untuk mengendarai Golkar di pilkada nanti,” tutur Haji Malik, pengusaha yang dikenal punya ladang bisnis di Papua itu. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts