Cerita di Balik Foto Petugas Panwascam Verifikasi Faktual hingga Pekuburan

Seorang panwascam bersama petugas KPU melakukan verifikasi faktual di depan sebuah kuburam di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, beberapa waktu lalu. (FOTO: FB)

MAROS, MM – Proses verifikasi faktual bakal calon perseorangan Pilkada Maros 2020 masih berjalan. Petugas KPU dan Bawaslu bersama-sama turun langsung dari rumah ke rumah.

Verifikasi ini tak dilaksanakan asal-asalan. Para petugas harus memastikan betul kesesuaian dokumen antara syarat dukungan atau KTP dengan keberadaan orangnya.

Read More

Beberapa waktu lalu, beredar foto petugas KPU dan panawscam berada di depan sebuah kuburan. Tampak mereka berlutut sambil memperhatikan catatan.

Ketua Bawaslu Maros, Sufirman, mengonfirmasi bahwa kedua petugas tersebut sementara melakukan verifikasi faktual. Lokasinya di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu.

Di antara dokumen dukungan yang disetor calon perseorangan teryata sudah ada yang meninggal dunia. Keluarga yang bersangkutan pun mengakui.

“Sudah meninggal tahun 2018. Untuk dipastikan, maka ditunjukkan kuburannya. Nama di KTP dicocokkan dengan nama yang di batu nisan. Ternyata benar,” katanya, Minggu, 5 Juli 2020.

Sebenarnya, lanjut Sufirman, kematian bisa dibuktikan dengan surat kematian. Hanya saja, pihak keluarga tidak memilikinya. “Seandainya ada, kita tidak mungkin ke kuburan foto,” imbuhnya.

Maros memang memiliki satu pasangan bakal calon perseorangan Pilkada 2020, yakni Muhammad Nur dan Muhammad Ilyas Cika. Jumlah dukungan terhadap merekalah yang sekarang diverifikasi faktual. Totalnya 25.475 dokumen. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts