Setelah AGH Farid, Tajerimin Juga Minta Restu AGH Sanusi Baco

Andi Tajerimin (kanan) membantu AGH Sanusi Baco berdiri. Mereka bertemu Sabtu sore, 19 September 2020. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Andi Tajerimin mengunjungi kediaman AGH Sanusi Baco di Jalan Kelapa Tiga, Makassar, Sabtu, 19 September 2020. Ini rangkaian kunjungan ke ulama-ulama kharismatik. Pekan lalu, kandidat bupati Maros itu menemui AGH Farid Wajdi, pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Barru.

Tajerimin meminta doa restu.  Dia sekaligus menyampaikan gagasannya agar diberi penguatan oleh Anregurutta Sanusi Baco. Misalnya program pemberian beasiswa untuk mahasiswa S1 hingga doktoral dan gratis seragam sekolah dari kaki sampai kepala.

Read More

Mendengar pemaparan bakal calon bupati yang berpasangan Havid Fasha (Tahfidz) itu, Anregurutta melontarkan pujian.

“Ada harapan beberapa tahun ke depan Maros bisa melahirkan banyak intelektual, termasuk para ulama. Kita sedang kekurangan ulama dalam kurun waktu terakhir,” ucapnya.

Lagipula, imbuh Anregurutta, perintah pertama kepada Rasulullah saw adalah perintah membaca. “Jadi, teruskan ikhtiar dibarengi niat yang ikhlas,” pesannya.

Anregurutta di tengah perbincangan mengajak Tajerimin ke pesantrennya, Nahdlatul Ulum di Soreang, Barandasi, Maros. Dia tertarik membahas lebih jauh soal pendidikan dan kepesantrenan. Waktunya pun disepakati.

Tajerimin yang inisiator pesantren DDI di Timika, Papua, itu mengaku sudah lama ingin “mappatabe”, meminta izin atas niatannya maju di Pilkada Maros 2020.

“Beliau orang tua kita semua. Doa restu Anregurutta adalah kekuatan,” ucapnya.

Tajerimin mendapat cukup banyak wejangan. Anregurutta menuturkan bahwa apapun dalam hidup ini, termasuk jabatan, hanya bisa didapat lewat pertolongan Allah Swt.

“Di dunia ini ada sunatullah, siapa yang kuat bisa menang. Tetapi selain itu, ada yang namanya inayah. Itulah pertolongan Allah,” tutur Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel tersebut.

Anregurutta mengisahkan Gus Dur. “Siapa sangka Gus Dur bisa jadi presiden, saat itu dia tak diperhitungkan. Tetapi karena inayah, apapun bisa terjadi,” tambahnya.

Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel itu berpesan kepada Tajerimin untuk menjalankan sunatullah, berjuang sekuat tenaga, bersosialisasi, berkampanye. Namun jangan lupa berharap inayah.

Tajerimin pun menuturkan bahwa setelah 33 tahun merantau ke Papua, dia ingin pulang mengabdi di kampung halamannya. “Doakan saya, Puang. Saya tidak kembali untuk mencari uang lagi. Saya hanya ingin mensejahterakan masyarakat. Sebab saya tahu rasanya hidup susah. Saya pernah sangat miskin,” tutur pengusaha sukses itu yang didampingi Ketua Tim Pemenangan Tahfidz, Andi Patarai Amir dan Ketua Tim Pemenangan Keluarga Tahfidz, Nurhasan.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat. Anregurutta berulang kali melontarkan gurauan. Paling banyak soal Gus Dur, sahabatnya itu. Pada 1963 (juga bersama Gus Mus), mereka dikirim ke Kairo, naik kapal laut selama sebulan, untuk menempuh pendidikan tinggi di sana. (*/)

Di kediaman AGH Farid Wajdi. (FOTO: IST)
Penulis : | Editor :

Related posts