PKS Usung Target Tinggi, Muzayyin Jabat Bendahara

Muzayyin Arif (kiri) bersama pengurus inti PKS Sulsel lainnya. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Muswil DPW PKS Sulsel, Minggu, 27 Desember 2020, menghasilkan kepengurusan baru. M Amri Arsyid yang sebelumnya menjabat wakil ketua kini dipercaya sebagai ketua.

Putra Maros, Muzayyin Arif juga masuk struktur inti. Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menjadi bendahara umum DPW.

Read More

Kepada MataMaros.com, Muzayyin mengaku menerima amanah tersebut dengan semangat. Sekaligus memotivasi untuk berkontribusi lebih baik lagi demi kebesaran partai ini ke depan.

“Tentu bukan hal ringan mengemban amanah sebagai dewan pimpinan tingkat wilayah dengan target-target politik yang sudah dicanangkan. Apalagi dengan posisi bendum. Karena itu saya perlu belajar cepat dan berkolaborasi dengan teman-teman pengurus lainnya,” ujarnya.

Muzayyin menyebut bahwa Muswil DPW PKS Sulsel ini adalah rangkaian penyegaran struktural PKS yang telah dimulai dari tingkat nasional.

“Dan ini terus akan berlanjut sampai ke tingkat daerah, cabang dan ranting dengan memilih figur potensial untuk diberi amanah mengelola dan mengembangkan partai,” kata Wakil Bendahara Umum ICMI Pusat (2015-2020) itu.

Setelah meluncurkan logo baru, PKS memang terus mengokohkan struktur partai, hingga ke daerah. Sebab targetnya juga cukup tinggi.

Khusus di tingkat nasional, DPP sudah mencanangkan target capaian electoral 15 persen pada Pemilu 2024 dan ingin ikut bertarung di Pilpres.

“Kita di Sulsel akan ikut memperjuangkan target nasional,” jelas Muzayyin.

Muswil pagi tadi juga menunjuk Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW), yakni Mallarangan Tutu. Sekretaris MPW diamanahkan kepada Sri Rahmi.

Untuk Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) di jabat Muammar Saenal dengan Sekretaris DSW Fathullah Fathoni.

Sementara Ketua DPW M Amri Arsyid, Sekretaris Rustang Ukkas, Bendahara Muzayyin Arif dan Ketua Bidang Kaderisasi Ruangsah Irwan Waji.

Amri mengatakan bahwa seleksi pemilihan pengurus sangat ketat. Karena mulai provinsi, wilayah, DPP, dan dewan syariat pusat. “Mulai dari jejak keanggotannya,” katanya.

Pasca penetapan ini, pihaknya akan melakukan konsolidasi partai sebab tidak lama lagi agenda politik menanti. Seperti Pilkada, Pilgub, dan Pemilu yang akan digelar pada tahun 2022 dan 2024 mendatang.

“Target kami untuk Pilkada 60 persen kemenangan. Dan kami akan siapkan 30 persen untuk kader bertarung. Sedanhkan Pileg 15 kursi di provinsi hingga meraih kursi ketua dewan,” tutur Amir. (fik) 

Penulis : | Editor :

Related posts