Warga Bontoa Masih Keluhkan Air Bersih, Pemkab Anggarkan Rp1 Miliar

Peresmian tandon air di Bontoa, 10 November 2020. (FOTO: DOK)

MAROS, MM – Peresmian dan penggunaan tandon air pada delapan titik di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, 10 November 2020, belum memenuhi kebutuhan semua warga.

Warga menyebut bahwa tandon berkapasitas 3.300 liter itu jauh dari cukup. Umar, seorang warga Desa Pajukukang menyampaikan itu saat reses anggota DPRD Maros, Rahmat Hidayat, Kamis, 4 Februari 2021.

Read More

“Hanya beberapa rumah dan itupun orang-orang tertentu saja,” klaimnya.

Makanya dia melontarkan permintaan untuk penambahan tandon air. “Kalau infrastruktur jalan alhamdulillah sudah sangat terasa. Bagus mi. Sisa air,” ujarnya.

Rahmat Hidayat sependapat dengan konstituennya itu. Menurut dia tandon air memang masih perlu ditambah.

Dikonfirmasi MataMaros.com, Pjs Kepala Dinas PU Maros Muetazim, mengatakan, pemerintah daerah tetap akan melanjutkan pengembangan dan penambahan penampungan untuk kebutuhan air bersih warga Bontoa.

“Tahun ini kita juga programkan terutama pada desa-desa yang terdampak krisis air bersih,” bebernya.

Pemkab merencanakan anggaran Rp1 miliar. “Anggaran saya belum tahu pasti tapi hampir 1 miliar-lah, untuk pengadaan pompa, bak, dan booster,” urainya.

Namun dia mengingatkan bahwa untuk menuntaskan krisis air di wilayah terdampak kekeringan saat musim kemarau, perlu kolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

“Kami hanya membantu meminimalkan dampak. Tidak untuk penuntasan secara permanen karena untuk mencapai itu perlu kerja sama dengan pihak lain seperti PDAM,” tambahnya.

Peresmian jaringan dan tandon air November lalu yang dilakukan Bupati Maros, Hatta Rahman memang sebatas tahap awal dan uji coba. Ke depan akan dilakukan kajian kembali untuk mencari solusi permanen. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts