Bakal Seru; Selain Patarai, Tiga Peminat Kursi Ketua Golkar Maros Butuh Diskresi

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto bakal jadi penentu diskresi untuk kandidat ketua Golkar Maros. (FOTO: DOK)

MAROS, MM – Jadwalnya belum juga pasti. Tetapi dinamika jelang Musda DPD II Partai Golkar Maros makin hangat. Sudah empat orang yang menyatakan diri serius. Ditandai dengan ikutnya mereka pada fit and proper test yang digelar DPD I Partai Golkar Sulsel, pekan lalu.

Namun, hanya A Patarai Amir yang memenuhi syarat administrasi. Lainnya; Andi Ilham Nadjamuddin, Sahiruddin, dan Suhartina Bohari butuh perjuangan tambahan.

Read More

Plt Ketua DPD II Golkar Maros, Rahman Pina mengakui bahwa ketiga orang itu perlu diskresi dari ketua umum partai untuk bisa jadi calon ketua pada musda mendatang. Semuanya terkendala di syarat mesti kader dan pernah jadi pengurus untuk waktu tertentu.

Namun, menurut Rahman, bisa saja ketiganya sama-sama mendapat diskresi.

“Bisa saja. Diskresi kan tiket untuk ikut jadi kontestan di musda. Sekalipun 1.000 orang yang mau maju tidak masalah,” Katanya, Rabu, 24 Februari 2021.

Hal itu, lanjut anggota DPRD Sulsel itu, merupakan mekanisme yang harus dilalui setiap calon dari eksternal partainya. “Yah seperti itu dan itu kewenangan DPP. DPD I hanya mengusulkan nama,” terang Rahman.

Kader muda Golkar Maros, Andi Awaluddin Patarai menyebut bahwa partainya memiliki banyak stok kader.

“Saya kira ada banyak kader, terlebih saat ini yang punya kursi di DPRD Maros,” ujarnya.

Jika pun ada yang mendapat diskresi, prediksi Sekretaris Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Maros itu, akan diberikan pada satu orang saja.

“Mengingat surat diskresi merupakan surat sakti yang memerlukan pertimbangan panjang dan matang untuk bisa diterbitkan. Kemungkinan besar hanya akan diberikan kepada satu orang,” ucap Awal, sapaan akrabnya.

Ilham adalah mantan birokrat yang melepas status pegawai negeri saat mencalonkan sebagai calon wakil bupati Maros pada Pilkada 2020. Sahiruddin yang merupakan menantu dari tokoh pengusaha Maros, Abdul Malik “Kuala Mas” juga bukan kader. Sedanhkan Suhartina berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Namun seiring terus mulurnya jadwal musda, menarik menanti ke mana arah diskresi itu mengarah? Atau malah mengarah ke lebih satu nama? (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts