Pembicara Bareng Faldo, Tokoh Muda Maros Dorong Parpol Ubah Gaya

Pembicara Indonesian Forum Seri Ke-73. (FOTO: MM)

JAKARTA, MM – The Indonesian Institute mengungkap hasil riset soal banyaknya kaum muda yang antipati terhadap politik. Parpol menawarkan kekunoan dalam sejumlah hal sementara anak muda membutuhkan kekinian.

Makanya, kata Adinda Tenriangke Muchtar, Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, harus ada perubahan besar-besaran.

Read More

“Perlu reformasi parpol untuk membangun pembangunan demokrasi dan politik anak muda,” ucapnya pada Indonesian Forum Seri Ke-73 yang digelar virtual Rabu sore, 21 April 2021.

Kegiatan yang bertemakan “Reformasi Partai dan Inklusi Anak Muda” itu menghadirkan dua pembicara muda lain. Faldo Maldini, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Amul Hikmah Budiman, penggiat muda politik, demokrasi, dan kebangsaan asal Maros, Sulsel.

Adinda bilang bahwa tak ada jalan lain. Parpol mesti mengubah sistem perekrutan dan internal kelembagaannya. Lebih inklusif dan responsif untuk anak muda.

Faldo dan Amul sepakat.

“Anak muda itu banyak rasionalisasi dan pertimbangan dalam menentukan pilihan, sehingga perlu treatment sendiri dalam mengelolanya,” ungkap Faldo yang mantan ketua BEM Universitas Indonesia dan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Webinar Indonesian Forum Seri Ke-73. (FOTO: MM)

Amul mempertegas bahwa parpol harus mengubah style-nya. Jangan kuno. Mesti lebih milenialism dan digitalism dalam gerakannya.

“Untuk memantik kaum muda dalam partisipasi politik, parpol harus lebih terbuka, responsif, dan canangkan digitalisasi politik,” ucap alumni magister Universitas Hasanuddin itu.

Amul menilai bahwa dengan potensi dan keahlian yang dimiliki anak muda, berikan ruang dan kepercayaan untuk turut memberikan sumbangsih pembangunan dan gagasan dalam kontestasi politik maupun demokrasi. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts