KONTEN KEMITRAAN:

MAROS – Sejarah tercipta, Minggu, 5 Desember 2021. Untuk pertama kalinya Kabupaten Maros memiliki Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).
PELANTIKAN pengurus Unsur Penentu Kebijakan (UPK) BPPD Kabupaten Maros pun terbilang istimewa. Digelar di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, di antara aktivitas warga yang mengakses layanan penerbangan.
Bupati Maros, Chaidir Syam membaca naskah pelantikan. Diikuti sembilan UPK BPPD Kabupaten Maros. Mulai dari ketua Irfan Asyhari, wakil ketua Agung Afiat, sekretaris Imam Dzulkifli, dan enam pengurus lainnya; Wawan Mattaliu, Nurjaya, Saiful Arief, Wahyudi (GM Angkasa Pura 1), Risman, dan Hasanuddin.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menuturkan, harapan besar ada di BPPD Kabupaten Maros. Membantu pemerintah daerah mengangkat potensi-potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Alumni Ilmu Pemerintahan Unhas itu yakin kontribusi BPPD bisa membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Mantan ketua DPRD Maros itu mengingatkan, kunci dari majunya pariwisata adalah banyaknya event. Dia mencontoh Kabupaten Banyuwangi yang pariwisatanya tumbuh lantaran terus membuat hajatan.
Makanya dia meminta para kepala perangkat daerah untuk berorientasi pariwisata. Kegiatan-kegiatan sebaiknya dikemas menarik, ala festival. Selama masih pandemi, kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Misalnya Dinas Pertanian, membuat event pesta bunga. Dinas Pemuda dan Olahraga membuat sport tourism. Sehingga tiap saat di daerah kita ada event,” imbuh Chaidir.
Ketua BPPD Provinsi Sulsel, Andry S Arief Bulu mengaku memiliki harapan besar pada BPPD Maros. Sebab kabupatenlah yang memiliki wilayah, memiliki destinasi.
“Di awal ini kita akan perkuat riset. Di mana saja potensi pariwisata setiap daerah, apa keunggulannya. Saya berharap BPPD di Maros juga melakukan riset,” ucap Andry yang juga baru dilantik 23 November 2021 lalu.
Ketua BPPD Kabupaten Maros, Irfan Asyhari menyebut hal yang paling mendesak dilakukan untuk bangkitkan pariwisata adalah kolaborasi. Dengan pemerintah, pelaku industri, bandara, pelaku ekonomi kreatif, dan sebagainya.
Irfan berharap dengan pembentukan BPPD terjalin koordinasi promosi bagi para pelaku pariwisata. Kompak. Tidak lagi sendiri-sendiri.
Setelah pelantikan, UPK BPPD Maros akan melakukan rapat kerja. Salah satu agenda utamanya adalah pembentukan Unsur Pelaksana. Terdiri atas direktur eksekutif dan beberapa direktur, serta pengurus lainnya.

“Secara teknis pelaksanaan promosi akan dieksekusi oleh Badan Pelaksana. Kami akan menyusun paling lama sepekan,” ucapnya.


BPPD Kabupaten Maros juga akan membuat “buku pintar”. Pegangan bagi semua pelaku industri pariwisata.
“Misalnya pihak travel mau membuat paket 3 in 1 to night itu semua harus berangkat dari buku cerdas yang kami hadirkan,” ucapnya.
Ia juga meminta pelaku usaha yang ada di Kabupaten Maros ikut bersinergi. (utami)







