SPPG Polres Maros Terapkan Sistem Food Safety

MAROS — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Maros kini melayani sebanyak 2.377 penerima manfaat yang berasal dari 12 sekolah di Kabupaten Maros.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya saat meresmikan SPPG Polres Maros di Lingkungan Belang-belang, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Jumat, 13 Februari 2026.

Peresmian ini dilakukan secara serentak secara nasional bersamaan dengan peresmian delapan gudang ketahanan pangan di berbagai daerah di Indonesia.

Douglas menjelaskan, meski baru diresmikan secara nasional, SPPG Polres Maros sebenarnya telah beroperasi sejak 15 Desember 2025.

“Secara operasional SPPG ini sudah berjalan sejak 15 Desember 2025. Hari ini merupakan bagian dari peresmian serentak secara nasional,” katanya.

Ia mengatakan program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain itu, Polres Maros juga tengah menyiapkan satu unit SPPG tambahan yang direncanakan beroperasi di wilayah Bantimurung.

Saat ini fasilitas tersebut masih dalam tahap persiapan dan akan segera memasuki tahap uji coba operasional.

“Untuk yang di Bantimurung masih dalam proses. Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa mulai beroperasi karena semuanya mengikuti kebijakan dari Badan Gizi Nasional,” jelasnya.

Douglas menambahkan, salah satu keunggulan SPPG Polres Maros dibanding fasilitas serupa lainnya adalah penerapan sistem pengamanan pangan atau food security.

Sistem ini memastikan seluruh makanan yang diproduksi telah melalui proses pemeriksaan ketat sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, setiap makanan yang disiapkan akan diperiksa oleh tim kesehatan dari Klinik Polres Maros menggunakan alat uji khusus untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti boraks dan formalin.

“Makanan baru didistribusikan setelah dinyatakan layak konsumsi. Jika ditemukan makanan yang tidak memenuhi standar, maka langsung diganti. Ini menjadi standar seluruh SPPG Polri di Indonesia,” tegasnya.

Dalam mendukung operasional program, SPPG Polres Maros melibatkan sekitar 50 tenaga kerja.

Mereka terdiri dari kepala SPPG, tenaga ahli gizi, tenaga administrasi, serta puluhan petugas dapur yang bertugas menyiapkan, memorsikan, hingga mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat.

Menu makanan yang diberikan kepada siswa juga disusun secara bervariasi melalui daftar menu mingguan yang dirancang berdasarkan standar kebutuhan gizi anak.

Seluruh bahan makanan yang digunakan berasal dari pemasok lokal di Kabupaten Maros.

Douglas menyebut, keterlibatan mitra lokal termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari upaya mendukung perekonomian masyarakat sekaligus menjaga kualitas bahan pangan yang digunakan dalam program tersebut.

“Bahan makanan yang digunakan berasal dari Maros semua. Ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal,” katanya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan program selama bulan Ramadan, pihaknya masih menunggu kebijakan teknis dari Badan Gizi Nasional.

Peresmian SPPG Polres Maros turut dihadiri Asisten I Setda Maros Amiruddin, Komandan Kodim 1422/Maros Letkol Arm Agung Yuhono, serta unsur Forkopimda dan pihak terkait lainnya. (*)