MAKKAH — Tepat dua puluh empat tahun yang lalu pada penanggalan Hijriah, ide untuk mendirikan Tazkiyah tercetus di depan Ka’bah.
Milad atau ulang tahun ke-24 itu pun terjadi pas di musim haji juga, 15 Zulhijah 1445 H. Saat ini, Tazkiyah Tour masih melayani dhuyufurrahman, para tamu Allah. Ada 208 orang yang diberangkatkan.
“Milad yang spesial karena kita semua masih dalam perjalanan spiritual ibadah haji,” ujar Ahmad Yani Fachruddin, CEO Tazkiyah Tour yang ikut mendampingi jemaah, Jumat, 21 Juni 2024.
Para jemaah Tazkiyah Tour sudah merampungkan seluruh rukun haji. Saat ini sedang menanti kepulangan ke tanah air, yang dijadwalkan Senin, 24 Juni mendatang.
Hari ini, jemaah Tazkiyah Tour menikmati waktu bersantai dengan agenda jalan-jalan ke Thaif, kota pegunungan yang berjarak 67 kilometer dari Makkah. Pusat pertanian setempat, buah-buahan dan sayur-mayurnya melimpah. Kota itu juga menyimpan sejarah perjuangan Rasulullah saw.
Lantas, bagaimana sejarah pendirian Tazkiyah Tour?
Semua bermula pada musim haji 1421 Hijriah atau bertepatan 2001 Masehi. Tiba-tiba saja Ahmad Yani Fachruddin yang sedang tawaf usai puncak ibadah haji, terpikir dengan cara apa dia bisa membawa orang lain juga ke tanah suci, melepas rindu pada tempat dan momen paling didamba setiap muslim.
Entah di putaran ke berapa ide untuk mendirikan sebuah perusahaan perjalanan haji (juga umrah) terlintas. Bahkan sudah lengkap dengan namanya; Tazkiyah. Kata yang definisinya dinilai paling mewakili perasaan seseorang ketika sedang berhaji maupun berumrah; munculnya tekad untuk selalu memperbaiki diri.
Belakangan, setelah berkiprah belasan tahun dan kini bahkan sudah melewati dua dekade, nama itu tetap dirasa sebagai brand yang paling tepat. Sebab dalam bahasa korporasi, tazkiyah adalah sinonim dari inovasi.
Kemudian begitu tiba di tanah air saat itu, nama Tazkiyah dibawa Ahmad Yani ke Sengkang, sebuah kota kecil Sulawesi Selatan, 170 kilometer di timur Kota Makassar. Dalam lembaran akta pendirian pertamanya, Tazkiyah disebut dengan nama Tazkiyah Group.
Tazkiyah sudah memberangkatkan jemaah haji sejak pertama berdiri. Namun, jemaah haji musim 1445 H ini baru angkatan ke-22. Sebab, pemberangkatan sempat urung dilakukan selama dua musim berturut-turut (2019-2020) karena pandemi Covid-19.
Tazkiyah Group melintasi beberapa fase sebelum tiba ke situasi seperti sekarang. Punya nama “baru”; Tazkiyah Tour (2010-2019), hingga sekarang PT Tazkiyah Global Mandiri, dan menjelma menjadi perusahaan biro perjalanan umrah dan haji yang mendapat pengakuan internasional.
Tazkiyah Tour memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 pada 2016 untuk layanan umrah. Setahun kemudian giliran layanan haji. Kini, sertifikasinya bahkan sudah meningkat menjadi ISO 9001 edisi terbaru.
Tazkiyah adalah travel umrah-haji khusus pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi ISO. Pada 2019, Tazkiyah juga dinobatkan sebagai perusahaan perjalanan pertama yang meraih SNI Award.
Dan satu lagi, termasuk deretan perusahaan perdana yang mendapatkan Raksa Nugraha Award, penghargaan perlindungan konsumen yang untuk pertama kalinya diberikan pemerintah Republik Indonesia pada 2019.
Untuk layanan umrah, Tazkiyah Tour kini fokus pada umrah premium, bintang 5 ke atas. Sedangkan untuk bintang 3 dan 4 dijalankan oleh Sint Travel, lini bisnis baru yang masuk jajaran Tazkiyah Group. Tazkiyah juga memiliki beberapa anak perusahaan lain, termasuk untuk layanan tur wisata domestik maupun internasional.
Dari kantor pusatnya di Makassar, Tazkiyah terus menguatkan akar, menuju visi menjadi perusahaan global. Jangkauan dan layanan semakin luas dan lengkap.
Kini, Tazkiyah punya tagline baru; Tenang di setiap langkah. Setiap jemaah yang baru pulang umrah atau haji khusus bersama Tazkiyah diharapkan dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Pribadi yang lebih tenang mengarungi kehidupan, ada atau tidaknya “gelombang” yang mengadang.
Pelayanan yang holistik yang diberikan kepada setiap jemaah, mencakup fisik, mental, dan spiritual menjadi cara yang ditempuh Tazkiyah Tour untuk menggapai misi itu. (*)







