Kuala Mas Klarifikasi DPP Golkar soal Beredarnya Surat Rekomendasi untuk Sahiruddin

MAROS, MM – Pernyataan DPD I Golkar Sulsel bahwa surat rekomendasi DPP Golkar untuk Sahiruddin-Amran yang beredar sejak kemarin itu hoaks, direspons Tim Pemenangan Kuala Mas. Tim ini bekerja untuk Sahiruddin menghadapi Pilkada Maros 2020.

Juru Bicara Tim Pemenangan Kuala Mas untuk Sahiruddin, Jumadi, Rabu, 25 Maret 2020, menuturkan, pihaknya cukup terusik dengan beredarnya surat tersebut. Sebab, kata dia, berpotensi menimbulkan riak. Bahkan mengarah ke pembunuhan karakter.

Read More

Pihak Kuala Mas bahkan berupaya melakukan klarifikasi hingga ke pengurus DPP Golkar. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan, apa surat rekomendasi itu palsu atau sebaliknya.

Jika memang palsu, pihak Kuala Mas menyayangkan oknum yang membuat dan menyebarkan foto surat tersebut di jagat maya.

“Mungkin saja ada oknum yang bersandiwara. Padahal yang harus dilakukan saat ini adalah membantu pemerintah memerangi virus corona,” imbuh Jumadi.

Dia menceritakan, internal Sahiruddin mengetahui adanya surat semacam itu setelah seorang pengurus DPD I Golkar Sulsel, mengirimkannya ke ponsel Abdul Malik, owner Kuala Mas, yang juga mertua Sahiruddin.

Meski surat rekomendasi itu diterbitkan per tanggal 5 Maret 2020, dua sebelum DPP Golkar memberi rekomendasi sementara kepada Andi Tajerimin, pihaknya baru mengetahui ada surat lain dengan nama usungan berbeda.

Memang beredar foto surat rekomendasi Partai Golkar untuk pasangan Sahiruddin-Amran. Surat tersebut mencantumkan tanda tangan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan Sekretaris Jenderal, Lodewick F Paulus di Jakarta, 5 Maret 2020. Lengkap dengan stempelnya.

Pada poin ketiga, menegaskan jika surat ini didasari oleh hasil rapat tim pilkada pusat Partai Golkar, 1 dan 3 Maret 2020. Keputusannya menetapkan dan mengesahkan Sahiruddin sebagai calon bupati Maros berpasangan dengan Amran sebagai calon wakil bupati Maros.

Pihak DPD I Golkar Sulsel juga disebut-sebut hadir dalam rapat tersebut. Namun, saat dikonfirmasi, Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Abdillah Natsir, tak membenarkan adanya surat rekomendasi itu.

“Dari mana itu (surat)? Itu hoaks karena yang ditetapkan DPP Golkar kan saudara Tajerimin,” katanya kepada MataMaros.com, Rabu, 25 Maret 2020.

Ia mengungkapkan, Tajerimin sudah memegang rekomendasi resmi dari Partai Golkar. “Sudah diserahkan oleh ketua umum secara langsung di acara deklarasi,” imbuh Abdillah.

Surat rekomendasi pasangan Sahiruddin-Amran ini ditujukan kepada ketua DPD II Partai Golkar Maros yang berisikan empat instruksi. Namun, Andi Patarai Amir pun mengaku tidak pernah memiliki surat seperti itu. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.