Forum Internasional Virtual Libatkan Akademisi Belgia hingga Brasil, Fasilitatornya Kelahiran Camba

Salah seorang pembicara, Dr Gautam Kumar Jha dari Jawaharlal Nehru University India, dalam forum ICEE yang digelar STIE Amkop Makassar, Jumat, 5 Juni 2020. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop Makassar menggelar International Colloquium on Environmental Education (ICEE). Forum internasional ini membahas pendidikan dan lingkungan.

STIE Amkop menggandeng Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM). Salah seorang fasilitatornya merupakan akademisi kelahiran Camba, Dr Ismail Suardi Wekke.

Read More

Peserta yang dilibatkan sekitar 320 orang. Digelar selama tiga hari, 4-6 Juni 2020, secara virtual melalui Zoom.

Ketua STIE Amkop, Bahtiar Maddatuang, mengatakan, pelaksanaan ICEE merupakan bagian dari kemitraan strategis antara STIE Amkop, Makassar dengan SEAAM. Forum ini semakin lengkap dengan adanya Young Scholar Panel atau Panel Ilmuwan Muda.

“Ini diawali dengan kuliah tamu, yang terlaksana Desember 2019, sekaligus penandatanganan MoU antara STIE Amkop, Makassar dengan SEAAM,” ungkap Bahtiar dalam rilisnya, Jumat, 5 Juni 2020.

Terdapat 10 sesi selama tiga hari pelaksanaan kegiatan ini. Pembicara hari ini, di antaranya akademi asal Centro Tecnologia da Informacao Renato Archer Brazil, University of Antwerp Belgia, Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan STIE Ampkop sendiri.

Sementara itu, Scientific Committee SEAAM, Dr Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan, ICEE merupakan agenda berkala SEAAM. “Kali ini dilaksanakan bersama dengan STIE Amkop,” katanya.

Sebelumnya, ICEE telah dilaksanakan di IAIN Parepare (2018). Selanjutnya, Universitas Muhammadiyah Palu (2019).

“Pada kesempatan Round Table Discussion dan juga penutupan akan didiskusikan pelaksanaan ICEE yang akan datang, 2021,” ungkap Ismail.

Pelaksanaan ICEE 2020 inu juga dilaksanakan bersama Pengurus Nasional Majelis Sinergi Kalam (MASIKA), Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah & Keguruan UIN Alauddin Makassar.

Turut bergabung, Fatoni University Thailand, University College of Yayasan Pahang Malaysia, Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta, STAI DDI Kota Makassar, dan Forum Dosen Indonesia DPD Papua Barat.

“Negera yang ikut serta, seperti India, Taiwan, Brazil, Malaysia, dan Thailand,” sebut Ismail. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts