Moh Ramdhan “Danny” Pomanto merasa pemulihan Makassar dari Covid-19 harus dipercepat. Dengan cara yang masif.
MOBIL itu bukan ambulans. Namun mirip ambulans. Ada lampu sirinenya juga. Di dalamnya ada pula tandu, lemari medis, persediaan tabung oksigen, kursi dokter, hingga alat pemadam api bersama.
“Mobil seperti itu akan kita sebar ke kecamatan-kecamatan,” ujar Danny, wali kota Makassar, Kamis, 3 Juni 2021.
Kendaraan Toyota Innova itu adalah kendaraan anggota Satgas Covid Hunter Makassar. Tim tersebut sesuai namanya bertugas untuk memburu. Namun bukan menangkap virus, melainkan memburu kontak erat yang sudah pasti dicurigai kemungkinan terpapar Covid-19.
Makanya kendaraan yang digunakan dimodifikasi khusus untuk menangani pasien Covid-19.
Warga yang telah dinyatakan terkonfirmasi bakal dibawa menuju ke rumah sakit rujukan.
“Mobilnya sudah kita siapkan, kalau ditemukan orang bergejala berat kita angkut pakai mobil itu. Suka atau tidak suka,” ucapnya.
Sebelumnya, Danny telah meluncurkan program Detektor Covid-19 dan Satgas Raika.
Tim detektor turun mendeteksi seluruh warga Makassar. Sehat atau sakit. Tim melakukan pemeriksaan umum. “Detektor bukan dalam posisi treatment dan testing,” tambah Danny.
Sementara tim Satgas Raika bertugas mengurai kerumunan, membubarkan penyebab-penyebab penularan Covid-19.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir mengaku mendukung penuh program Satgas Covid-19 Hunter.
“Jelas tugasnya, memburu yang berpotensi terpapar Covid-19,” kata Wahab.
Wahab berharap peran Satgas Covid-19 Hunter tak berhenti hanya pada memburu Corona. Namun juga memberi edukasi ke masyarakat ihwal bahaya nyata pandemi Covid-19. “Bahwa jangan main-main dengan persoalan Covid-19.”
Anggota Komisi B DPRD Makassar Nurul Hidayah berharap program Covid-19 Hunter mampu menanggulangi Covid 19 di Kota Makassar.
“Grafik kasus bisa menurun, utamanya di wilayah yang berada di posisi paparan Covid tertinggi,” kata Nurul.
Nurul meminta masyarakat bisa menerima dan mendukung kelancaran kerja Satgas Covid-19 Hunter.
“Namanya juga Hunter yang artinya berburu, mencari warga yang terkonfirmasi, terpapar Covid-19,” ujarnya.
Nurul berharap kehadiran Satgas Covid-19 Hunter dapat menekan ketakutan dan kekhawatiran warga terhadap perkembangan tren kasus Covid-19. Menurutnya, sebelum program tersebut diluncurkan, terlebih dulu melalui sosialisasi dan edukasi.
“Petugas pandai-pandailah melakukan pendekatan kepada warga bahwa akan ada program seperti ini yang akan melakukan perburuan pasien Covid-19,” sebutnya.
Selain itu, Nurul meminta ada edukasi dari pemerintah setempat. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat ihwal pentingnya menjaga protokol kesehatan. (abr)







