MATAMAROS.COM — Angin segar bagi warga Desa Bontotallasa dan Desa Tanete, Kecamatan Simbang. Pembangunan kembali Jembatan Haji Bohari di Dusun Pakere resmi dimulai setelah roboh pada November 2025 lalu.
Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap bersabar mengingat proyek ini membutuhkan total anggaran hingga Rp16 miliar dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2027.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menjelaskan bahwa pengerjaan tahap awal saat ini difokuskan pada pemancangan tiang dan pembangunan fondasi dengan alokasi dana Rp3 miliar.
Untuk menuntaskan seluruh struktur jembatan, Pemerintah Kabupaten Maros telah mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp13 miliar melalui KUA-PPAS tahun depan.
“Memang butuh anggaran cukup besar, sekitar Rp15 sampai Rp16 miliar untuk menyelesaikan jembatan ini secara menyeluruh. Karena itu, kami sangat berharap masyarakat bisa sedikit bersabar selama proses pembangunan berlangsung,” ujar Chaidir, Minggu, 4 Oktober 2026.
Kesabaran warga memang sangat diuji. Jembatan Haji Bohari memegang peranan krusial sebagai urat nadi mobilitas warga karena jaraknya yang sangat dekat dengan pusat Kota Maros, yakni hanya sekitar 3,5 kilometer.
Ambruknya jembatan ini memaksa warga melintasi rute alternatif yang cukup jauh.
Warga harus memutar melalui jalan poros Bantimurung sejauh hampir 7 kilometer, atau melintasi wilayah Ammarang di Kecamatan Tanralili dengan jarak tempuh mencapai 9 kilometer.
“Jalan alternatif ada, tapi jaraknya memang memutar jauh,” tambah mantan Ketua DPRD Maros tersebut.
Meski memakan waktu dan biaya tidak sedikit, jembatan baru ini dijamin membawa peningkatan kualitas yang signifikan. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, mengungkapkan bahwa jembatan anyar ini dirancang jauh lebih kokoh dan luas ketimbang bangunan lama.
Jembatan lama hanya memiliki lebar 3 meter dan panjang 54 meter dengan penopang fondasi pasangan batu. Sementara jembatan baru akan diperlebar menjadi 7 meter dengan panjang rangka baja mencapai 60 meter. Tak hanya itu, elevasi lantai jembatan juga dinaikkan agar aman dari luapan air banjir.
”Untuk tahun anggaran 2026, fokus pengerjaan ada pada struktur bawah, yaitu fondasi tiang pancang dan abutment,” jelas Alif.
Saat ini, sekitar 20 pekerja telah dikerahkan di lokasi proyek. Alif pun meminta dukungan moral dan doa dari seluruh lapisan masyarakat agar seluruh tahapan (baik pelaksanaan teknis maupun penganggaran) dapat berjalan tanpa hambatan hingga usai. (ast)







