Akhirnya Kursi Parpol di Maros Terbagi Habis, Siapa Paling Banyak?

Tajerimin (menerima) B.1-KWK dari Gerindra. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Teka-teki arah dukungan Gerindra dan Hanura di Pilkada Maros berakhir sudah. Keduanya tak menemui titik temu untuk membuat poros baru sehingga memilih bergabung pada bursa yang ada.

Gerindra bahkan sudah memberikan surat keputusan (format B.1-KWK) kepada pasangan Tajerimin-Havid Fasha di Grand Claro, Makassar, Sabtu, 29 Agustus. Sedangkan Hanura sudah menyatakan kecenderungannya kepada Chaidir Syam-Suhartina Bohari (HatiKita Keren).

“Malam ini kita memang sudah menyerahkan B.1-KWK,” kata Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPD Gerindra Sulsel.

Dengan demikian, 35 kursi milik parpol DPRD Maros sudah terbagi habis untuk usungan pilkada.

Tajerimin-Havid memborong paling banyak. Total 15 kursi. Akumulasi dari kursi Golkar (7), PKB (4), Demokrat (1), dan Gerindra (4). Disusul Chaidir-Suhartina dengan 13 kursi, masing-masing dari PAN (6), PBB (1), PPP (2) dan Hanura (4).

Paket lainnya, Harmil-Ilham hanya tujuh kursi. Yakni dari Nasdem (5) dan PKS (2). Namun, jumlah itu juga sudah memenuhi syarat minimal kursi untuk maju di Pilkada Maros 2020.

Hari ini memang menjadi akhir penantian bagi para kandidat. Harmil-Ilham yang sempat diisukan bakal ditinggal PKS (artinya tak bisa maju), mampu mengamankan tiket. B.1-KWK dari PKS diserahkan di Kantor DPW PKS Sulsel, Jalan Ir Sutami, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Harmil-Ilham mengamankan dukungan PKS. (FOTO: IST)

“Alhamdulillah hari ini terjawab bahwa PKS memang komitmen bersama kami,” ucap Harmil.

Kini fokus ketiga pasangan adalah pendaftaran ke KPU Maros. Ada tiga hari yang tersedia, 4-6 September 2020. Siapa duluan? Belum ada informasi resmi dari pihak terkait. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts