Program Unggulan Tajerimin-Havid; Gratis Pakaian Sekolah dari Kaki Sampai Kepala

Ketua Tim Keluarga Tahfidz, Nurhasan, berpidato di depan para santri dan peserta pengajian lainnya, Kamis malam, 17 September 2020. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Bagi pasangan Andi Tajerimin-Havid Fasha, realisasi pendidikan gratis di Kabupaten Maros cukup mengkhawatirkan. Makanya, salah satu program unggulan paket Tahfidz itu adalah mengalokasikan dana untuk membiayai pakaian sergaam sekolah; gratis dari kepala sampai kaki.

“Bukan cuma seragam baju saja. Tetapi mulai dari sepatu sampai topi,” ujar Tajerimin, Jumat, 18 September 2020.

Read More

Program ini sudah mulai disosialisasikan Tahfidz. Termasuk kepada para santri yang hadiri pengajian rutin malam Jumat di Posko Induk Pemenangan Andi Tajerimin-Havid Fasha (Tahfidz), Jalan Poros Maros-Pangkep, 17 September 2020. Santri dari tiga pondok tahfidz; Pondok Tahfidz Belang-belang, Pondok Tahfidz Teko Labbua, dan Pondok Tahfidz hadir, membaca ayat suci Alquran.

Yasinan sekaligus khataman itu memang menjadi kegiatan rutin pasangan Tahfidz. Bahkan malam tadi, kegiatan serupa digelar di dua tempat lagi, masing-masing di kediaman Tajerimin sang calon bupati dan Havid calon wakil bupati.

Ketua Tim Keluarga Tahfidz, Nurhasan menuturkan, pihaknya yakin betul bahwa pilkada tak semata soal kerja-kerja politik. Lebih dari itu, ada kekuatan yang sangat diperlukan, yakni doa.

“Makanya kita rutin mengaji bersama para santri dan anak yatim. Insyaallah membuka pintu keberkahan dan pintu hati masyarakat Maros,” ujarnya.

Selain mengharap keberkahan dalam perjuangan, imbuh Nurhasan, Tahfidz juga ingin mensosialisasikan soal keberpihakan pada sektor pendidikan.

“Pak Tajerimin dan Pak Havid komitmen bakal memperjuangkan hak dan kebutuhan siswa. Berupa pakaian seragam sekolah, gratis dari kaki hingga kepala. Supaya beban orang tua mereka berkurang,” ucapnya.

Tajerimin juga memastikan jika masyarakat Maros memberikan amanah, dia akan mengalokasikan beasiswa hingga Rp25 miliar per tahun. Termasuk untuk mahasiswa S1, S2, hingga program doktoral.

Dia mengaku prihatin karena sudah bertahun-tahun pemerintah daerah tak mengalokasikan beasiswa. Padahal di kabupaten lain semisal Pangkep yang merupakan daerah tetangga, hal itu menjadi prioritas.

“Kita pahami perasaan adik-adik mahasiswa kita yang selalu menyuarakan ini, bahkan hingga melakukan demo. Sebab memang aneh jika APBD tak dimaksimalkan untuk membantu masyarakat bawah, apalagi yang ingin menempuh pendidikan,” tegas Nurhasan.

Tajerimin juga sudah mengumumkan komitmen itu pada acara deklarasi, 4 September 2020 lalu. Kata putra kelahiran Lopi-lopi, Bantimurung, itu, salah satu fungsi utama pemerintah adalah hadir memberikan kemudahan dalam urusan pendidikan.

Sementara itu, malam tadi diisi dengan khatam Quran hingga enam kali. Sedangkan tausiah dibawakan oleh pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Gurutta KH Safaruddin. Ditutup dengan pemberian santunan kepada para santri. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts