Pencoblosan Kian Dekat, Milenial Tahfidz Abaikan Hari Libur

Ketua DPC Partai Gerindra Maros, Muhammad Ilyas "Cika" menyemangati Milenial Tahfidz pada sebuah kegiatan kopdar. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Tidak ada hari libur bagi tim Milenial Tahfidz. Kelompok pemuda pendukung paslon nomor urut 1 di Pilkada Maros Andi Tajerimin-Havid S Fasha itu menggelar sejumlah kegiatan, Minggu, 21 November 2020.

Pagi, mereka melakukan senam di depan kantor DPC Partai Gerindra Maros. Pesertanya milenial dari berbagai wilayah.

Read More

“Senam kita rutin lakukan. Mulai minggu lalu,” ujar Aidil Akbar, Ketua Al-Fatih Gerindra Muda Maros.

Setelah senam, Milenial Tahfidz keliling kampung-kampung. Menggunakan armada mobil yang ada perangkat sound system-nya. Mereka memekikkan jargon-jargon Tahfidz.

Rombongan juga mampir di beberapa titik. Terutama tempat-tempat nongkrong anak muda.

“Kami juga ke Permandian Doli di Desa Tunikamasea, Bantimurung. Tempat baru, lagi ramai,” ucap Aidil.

Milenial Tahfidz pun sudah membuat program, baik kegiatan maupun pemasangan spanduk Tahfidz di 14 kecamatan. Di dunia maya, komunitas millenial influencer gencar mempromosikan Tahfidz di berbagai platform. Hari pencoblosan semakin dekat.

“Tim muda terus bergerak. Milenial insyaallah sebagian besar sudah di Tahfidz,” tutur Muhammad Ilyas “Cika”, Ketua Partai Gerindra Maros.

Program Tahfidz terkait anak muda di antaranya adalah beasiswa. Hal yang kata Tajerimin sama sekali tidak ada dalam 10 tahun terakhir di Maros. Putra-putri terbaik Maros yang kesulitan keuangan, otomatis juga kesulitan menempuh pendidikan tinggi.

“Milenial yang hebat akan tercipta jika pendidikannya kita perhatikan dan fasilitasi,” tuturnya.

Balai latihan kerja yang akan didirikan pun bakal menyasar banyak milenial. Mereka dipersiapkan mengisi 10.000 lapangan kerja yang akan disediakan Tahfidz, serta lapangan kerja nasional hingga mancanegara.

Tahfidz juga sudah memprogramkan lahirnya 100 perusahaan rintisan atau startup. Agar ceruk pasar dan peluang di era teknologi ini juga bisa direbut oleh anak Maros.

Pembangunan sirkuit internasional sebut Tajerimin juga untuk milenial. Apalagi, komunitas anak muda penggemar motor racing sudah menyatakan diri bersama Tahfidz. Dipicu oleh sulitnya mereka selama ini menuangkan hobi otomotifnya. (*/ad) 

Penulis : | Editor :

Related posts