Maros Keren Gencarkan Tagline “Coblos Jilbabnya”

Chaidir Syam dan Suhartina Bohari menandatangani kontrak politik program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Maros. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Deklarasi dukungan untuk paslon nomor urut 2 di Pilkada Maros 2020, Chaidir Syam-Suhartina Bohari, bertambah. Bahkan pada Rabu, 2 Desember 2020, ada dua segmen yang menyatakan sokongan.

Sore hari deklarasi dukungan kaum perempuan. Malam harinya deklarasi dukungan petani, nelayan, peternak, dan petambak. Lokasinya di hall Grand Town, Mandai. Sama-sama disiarkan secara live streaming pada saluran Maros TV di Facebook.

Read More

Deklarasi dukungan sore hari dihadiri sejumlah tokoh perempuan dari organisasi keagamaan. Mulai dari majelis taklim hingga sayap organisasi keagamaan dari NU dan juga Muhammadiyah, serta organisasi mandiri lainnya.

Suhartina sekaligus mengingatkan agar pada 9 Desember 2020, saat menghadapi kertas suara, coblos di dalam kotak yang ada sosok berjilbabnya. Sebab hanya satu paslon yang mengakomodasi calon perempuan.

“Kita buat sejarah, ada keterwakilan perempuan di kursi wakil bupati Maros,” pekik Suhartina.

Saat menyampaikan orasi politik, Chaidir dan Suhartina memaparkan tujuh program khusus untuk perempuan. Mulai dari jaminan pemerintah atas perlindungan hak Asasi perempuan, jaminan bebas dari penyiksaan, ancaman dan tekanan dalam bentuk apapun.

“Kaum perempuan harus mendapatkan jaminan dalam hal kemudahan perlakuan, kesempatan, dan manfaat yang sama dalam pemenuhan kesejahteraan hidup dan sosial kemasyarakatan. Utamanya bagi perempuan penyandang disabilitas,” kata Suhartina.

Maros Keren, lanjutnya, juga akan mendukung penuh program pemerintah dalam hal pencegahan dan penanganan risiko kekerasan perempuan dan anak. Serta mendorong peningkatan kualitas SDM perempuan melalui pelatihan dari tingkat desa hingga nasional.

“Untuk peningkatan kesejahteraan kita akan mendorong kegiatan pelatihan wirausaha bagi perempuan. Dan untuk perlindungannya, kami akan memberikan bantuan hukum gratis jika ada perempuan yang berhadapan dengan hukum,” imbuh mantan anggota DPRD Maros itu.

Suhartina juga menyampaikan empat agenda pemberdayaan perempuan jika terpilih. Seperti peningkatan kemampuan perempuan dengan pelibatan mereka dalam program pembangunan.

Deklarasi dukungan perempuan Maros untuk Maros Keren. (FOTO: IST)

“Kita tidak ingin lagi perempuan hanya sebagai objek dari pembangunan. Tetapi menjadi subjek yang aktif. Tentunya ini harus pula didukung dengan kemampuan yang mumpuni sebagai seorang pemimpin,” terangnya.

Selain itu, kemampuan kaum perempuan dalam mengelola usaha skala rumah tangga, industri kecil maupun besar janji didorong. Kata dia, pemerintah harus punya peran dengan memberikan peluang sebesar-besarnya dan juga pengawalan.

“Yang tak kalah penting juga, peran dan fungsi organisasi perempuan di tingkat desa hingga kabupaten, harus dioptimalkan sebagai wadah perempuan, baik dalam pengembangan SDM maupun kapasitas sosialnya,” paparnya.

Setelah deklarasi dukungan perempuan hingga petani, rencananya masih ada beberapa komunitas yang akan melakukan hal sama. (*/ad)

Penulis : | Editor :

Related posts