KLB Demokrat Tunjuk Moeldoko, Amirullah Nur: Jelas Ilegal

Ketua DPC Partai Demokrat Maros, Amirullah Nur Saenong. (FOTO: DOK)

MAROS, MM – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, 5 Maret 2021, menetapkan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai ketua umum periode 2021-2025. Penetapan Kepala Staf Kepresidenan RI ini berdasarkan hasil voting yang sidangnya dipimpin Jhoni Allen Marbun.

Menanggapi itu, Ketua DPC Partai Demokrat Maros, Amirullah Nur Saenong, menyebut bahwa KLB tersebut maupun hasilnya adalah ilegal.

Read More

“Tidak perlu ditanggapi karena itu ilegal,” singkatnya saat dihubungi via seluler, beberapa menit yang lalu.

Sebelumnya, Amir mengklaim bahwa 24 DPC PD di Sulsel menyatakan kompak ke kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hasil dari Kongres V PD 2019.

Namun nyatanya ada empat diikuti DPC dari Sulsel yang ikut KLB. Masing-masing Pangkep, Barru, Sidrap, dan Takalar. Ketua masing-masing DPC tidak hadir pada rapat koordinasi daerah dan apel siaga yang digelar DPD Demokrat Sulsel di Claro Hotel, Makassar, hari ini.

Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah mengaku tidak akan segan melakukan pemecatan jika para ketua DPC itu terbukti ikut KLB di Deli Serdang. Selain keempat DPC, ketua DPC Gowa juga tidak hadir rakorda dan apel siaga namun kabarnya dia membantah ada di arena KLB.

Hasil KLB Demokrat juga menjadi perbincangan hangat pada beberapa warkop Di Maros kota. Banyak yang mempertanyakan mana kepengurusan yang sah.

Dalam sejarah perjalanan Demokrat telah terjadi KLB sebanyak dua kali. Sebelumnya KLB dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bali dengan menggulingkan ketua umum Anas Urbaningrum kala itu. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts