MATAMAROS.COM — Di balik kesibukannya menimba ilmu dan menghafal Al-Qur’an, Moch Idham Khalid Pasya menyimpan bakat di bidang olahraga. Siswa kelas V Kuttab Al-Azka Maros ini berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai juara II dalam ajang Panahan Tradisional tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Prestasi tersebut diraih melalui perjuangan sengit. Idham harus menyisihkan 94 peserta lain dari berbagai daerah hingga akhirnya menembus babak final yang hanya menyisakan empat pemanah terbaik.
“Seleksinya cukup ketat, mulai dari 95 peserta sampai akhirnya tersisa empat orang di babak akhir,” tutur Idham, Rabu, 30 September 2026.
Uniknya, ketertarikan Idham pada panahan tradisional bermula dari hal sederhana; menonton film kartun Islami. Dari tontonan tersebut, ia terinspirasi sosok sahabat Rasulullah saw., Saad bin Abi Waqqas, yang dikenal sebagai pemanah ulung.
Demi mengasah bakatnya, Idham melakoni latihan intensif setiap hari Ahad dari pagi hingga sore di Masjid Cheng Hoo, Makassar. Tak berhenti di situ, di tengah padatnya jam sekolah, tugas, dan target hafalan Al-Qur’an, Idham tetap menyempatkan diri berlatih mandiri di teras rumah setiap malam.
Tekad kuat sang buah hati mendapat dukungan penuh dari keluarga. Sang ibu, Aisyah, mengungkapkan bahwa hobi Idham bahkan menular ke anggota keluarga lainnya.
“Kami sekeluarga sangat mendukung. Bahkan ayahnya ikut terjun ke olahraga panahan gara-gara tertular semangat anaknya,” kata Aisyah.
Keterbatasan waktu tak menyurutkan semangat Idham. Pihak keluarga memfasilitasi peralatan panahan di rumah agar Idham tetap bisa mengasah ketajaman memanahnya setiap malam.
Sebelum menyabet juara II di tingkat provinsi, Idham juga sudah sering menjajal berbagai kejuaraan luar daerah. Prestasi nasional pun pernah digenggamnya saat membela daerah di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS).
“Tahun lalu dia juga ikut FORNAS di Lombok dan alhamdulillah berhasil meraih juara II kategori beregu,” lanjut Aisyah.
Meski deretan prestasi mulai mengalir, keluarga menyadari perjalanan Idham masih panjang. Dukungan penuh terus diberikan agar Idham tetap konsisten berlatih tanpa mengesampingkan pendidikan formalnya.
Idham sendiri menatap masa depan dengan optimisme tinggi. “Targetnya bisa menembus tingkat internasional. Cita-cita saya ingin jadi atlet panahan tradisional profesional yang mendunia,” pungkasnya penuh percaya diri. (ast)







