NEWS  

Angka Kemiskinan Maros Turun 4.270 Jiwa, Wabup Target 6 Persen

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur.

​MATAMAROS.COM — Angka kemiskinan di Kabupaten Maros turun sekitar 1 persen atau setara 4.270 jiwa. Saat ini, jumlah penduduk miskin di Maros tercatat 34.160 jiwa (sekitar 8 persen).

​Pemerintah Kabupaten Maros memacu berbagai program untuk menekan angka tersebut lebih jauh. Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menegaskan komitmennya untuk membawa tingkat kemiskinan turun ke level 6 persen.

​“Dalam RPKD 2025–2029, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan Maros berada di kisaran 6 persen,” ujar Muetazim usai membuka Sosialisasi Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Maros 2025–2029 di Ruang Marusu, Kamis 8 Oktober 2026.

​Muetazim menjelaskan, dokumen RPKD merangkum berbagai rekomendasi tim ahli yang bakal menjadi kompas pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengentasan kemiskinan.

​Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Maros fokus memperkuat program perlindungan sosial, meningkatkan kesejahteraan warga, serta menekan angka pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja secara masif bersama dunia usaha.

​Fungsional Perencana Ahli Pertama Bapperida Maros, James David Mangawe, membeberkan, kantong kemiskinan di Maros masih terpusat di beberapa wilayah. Kecamatan Bontoa mencatatkan angka tertinggi dengan 10.305 jiwa penduduk miskin, disusul Maros Baru (8.584 jiwa) dan Bantimurung (7.915 jiwa).

​Pengelompokan indikator miskin ini mengacu pada standar pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan.

​“Sebagai gambaran, garis kemiskinan pada 2025 ditetapkan sebesar Rp560.172. Artinya, warga yang pengeluarannya berada di bawah nominal tersebut masuk dalam kategori penduduk miskin,” terangnya. (ast)