MATAMAROS.COM – Sebanyak 11.777 keluarga di Kabupaten Maros, masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting (KRS) berdasarkan data 2025. Pemkab Maros menggandeng 11 perusahaan untuk program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan, program Genting melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam membantu pemenuhan gizi serta mendukung penanganan stunting di Kabupaten Maros.
Muetazim berharap, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. “Dukungan dari perusahaan, instansi, dan berbagai unsur masyarakat juga dibutuhkan agar penanganannya lebih maksimal,” katanya.
Genting merupakan gerakan nasional. Program ini telah memasuki tahap ketiga. Kegiatan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan.
Kepala Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Maros, Muhammad Aris, merinci, 11 perusahaan dan lembaga yang menjadi orang tua asuh kali ini adalah PT Semen Bosowa, Baznas, Grand Mall, Japfa, PT Satwa Utama Raya, Grand Town Maros, Yayasan Generasi Madani, Zazil Bakery, Bank Sulselbar, CV Sumber Galian, dan PT Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin.
Dari total 11.777 keluarga berisiko stunting berdasarkan data 2025, program Genting 2026 menargetkan sebanyak 1.809 keluarga sebagai sasaran intervensi.
“Program tersebut telah berjalan sejak awal Januari 2026. Namun, hingga saat ini realisasi sasarannya telah mencapai 3.072 keluarga,” imbuhnya.
Target program Genting Kabupaten Maros pada 2026 baru mencapai 25,6 persen. (ast)






