Pilkada Maros Berpotensi Diikuti 5 Paslon, Begini Kalkulasinya

MAROS, MM – Distribusi dukungan dan koalisi partai politik untuk Pilkada Maros kian terbaca. Arahnya, kata pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, kandidat hanya mengincar koalisi minimalis. Sekadar mencukupkan syarat untuk diusung.

“Tidak ada yang tampak ingin membangun koalisi besar,” ujarnya kepada MataMaros.com, Rabu, 11 Maret 2020.

Read More

Makanya, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Pemerintahan (Fisip) Unismuh Makassar itu menyebut, Pilkada Maros berpotensi diikuti minimal empat pasangan calon. Bahkan lima, jika pendaftar jalur perseorangan, Muhammad Nur-Muhammad Ilyas Cika bisa lulus verifikasi penyelenggara.

Menurut Luhur, hanya pasangan Tajerimin-Havid Fasha yang kemungkinan membangun koalisi besar, mengontrol 11 kursi (Golkar-PKB). Itu pun berpotensi tak terwujud sebab Golkar cenderung menginginkan calon wakil Tajerimin berasal dari kader internal. Havid adalah Ketua DPC PKB Maros.

Sejauh ini, bakal calon yang sudah “mengamankan” dukungan parpol adalah Chaidir Syam-Suhartina Bohari (PAN-PBB/7 kursi), Andi Harmil Mattotorang-Andi Ilham Nadjamuddin (Nasdem-PKS/7 kursi), dan Tajerimin-Havid Fasha (Golkar-PKB/11 kursi).

Untuk figur keempat, Luhur menyebut Wawan Mattaliu ada di garis terdepan. Sebab, sudah mengantongi surat tugas dari partainya, Hanura, yang memiliki empat kursi di DPRD Maros. Walau, surat tersebut punya limitasi waktu.

Siapa yang berpeluang mendampingi Wawan? “Sangat ditentukan oleh konsensus dari koalisi partai pengusung. Bisa nama yang telah bersosialisasi, bisa juga muncul figur baru,” ucapnya. Salah satu nama yang disebut Luhur adalah Amirullah Nur Saenong.

Parpol yang sama sekali belum membuat “kisi-kisi” soal usungannya di Pilkada Maros tersisa Gerindra (3 kursi), PPP (2 kursi), Demokrat (1 kursi). (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.